Pencarian populer

Karyuti, Wanita Pelopor Inovasi di Desa Sumbermanjing Kulon, Malang

Karyuti saat ditemui di rumahnya, Rabu (12/6).(foto: Irham Thoriq/Tugu Malang).

TUGUMALANG.ID-Desa Sumbermanjing Kulon, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang dikenal sebagai desa yang aktif berinovasi dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini tidak terlepas dari peran Karyuti, Kepala Desa perempuan periode 2013-2019.

Lalu, apa saja inovasi dan aneka macam terobosan yang dilakukan oleh perempuan 53 tahun ini. Berikut ulasannya.

Koperasi Wanita Harapan Kita

Di Malang, desa yang mempunyai koperasi wanita bisa dihitung dengan jari. Tapi, di Sumbermanjing Kulon, koperasi wanita ini begitu aktif. Koperasi bernama Koperasi Harapan Kita ini berdiri pada 2010, tepatnya ketika Karyuti menjadi Ketua TP PKK. Kebetulan, sebelum Karyuti, yang menjadi kepala desa adalah sang suami yakni Achmad Sufaedi.”Setelah menjadi kepala desa, saya dipercaya oleh masyarakat untuk tetap menjadi Ketua Koperasi ini,” kata Karyuti saat ditemui di rumahnya, beberapa waktu lalu.

Koperasi ini berdiri salah satunya berkat dana hibah dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur sebesar Rp 25 juta pada 2010. Satu tahun berselang, desa ini mendapatkan hibah lagi dari Pemprov Jatim dengan nominal yang sama.”Dari hibah itulah, kita kembangkan,” kata perempuan dua orang anak ini.

Sejumlah perangkat desa Sumbermanjing Kulon dalam sebuah kegiatan. (foto-foto dokumen).

Saat ini, koperasi tersebut mempunyai 176 anggota, dengan total asset sekitar 500 juta. Adanya koperasi ini sangat membantu masyarakat, terutama bagi anggota yang butuh pinjaman.”Karena jasa-nya cuman 1,5 persen,” imbuhnya.

Meski koperasi desa, tapi Karyuti mengelola koperasi ini dengan professional. Salah satunya, anggota yang sudah keluar, tidak boleh ikut lagi.”Ini agar anggota tidak bisa keluar masuk se-enaknya,” pungkasnya.

Bentuk HIPAM, Warga Senang

Suasana kerja bakti warga Desa Sumbermanjing Kulon, Kabupaten Malang.

Ada persoalan mendasar yang terjadi selama puluhan tahun di desa ini. Yakni, air dari Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) keruh saat hujan tiba. Ini karena, air PDAM diambil dari sumber mata air, sehingga, ketika hujan, air dari sumber ini menjadi keruh.

Karena inilah, desa ini membuat HIPAM atau Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum. Hipam ini menyalurkan air melalui sumur bor, sehingga ketika hujan, air tetap bening dan layak di minum.”Sebenarnya rencana mendirikan HIPAM ini sudah sejak 2009, tapi ketika itu mandek karena bor tidak bisa mengangkat air,” kata Karyuti.

Pada 2018 lalu, desa ini mendapatkan bantuan dari Dinas Cipta Karya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang sekitar Rp 1 miliar. Bantuan itu berbentuk listrik, pompa, tandon air, pipa enam kilometer, meteran, dan lain sebagainya.

Saat ini, ada 450 rumah warga yang teraliri air HIPAM ini. Untuk bisa mendaftar, cukup mudah yakni hanya dengan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP el) dan Kartu Keluarga (KK).”Itu pendaftaran gelombang pertama, nanti akan dibuka gelombang kedua,” katanya.

Sementara itu, Sutopo,60, salah seorang warga RT 29 RW 07, Desa Sumbermanjing Kulon mengaku terbantu sekali dengan adanya HIPAM ini.”Karena ketika hujan, air tidak keruh, dan tetap layak minum,” katanya.

Sutopo sudah dua bulan ini menikmati air dari HIPAM. Selain airnya bersih, harganya juga terjangkau.”Ketika ikut PDAM, satu bulan rata-rata habis Rp 45.000,- hingga Rp 56.000,-, sedangkan ketika pakai HIPAM, hanya sekitar Rp 30.000,- hingga Rp 35.000,-,” pungkasnya. Tidak hanya itu, dengan adanya HIPAM ini, petani juga diuntungkan karena meminimalisir pengurangan debet air di sungai, sehingga air di sungai bisa untuk lahan pertanian.

Berdayakan Warga dengan Keterampilan Batik

Suasana warga saat membatik.

Kepala Desa Sumbermanjing Kulon Karyuti begitu aktif dalam menjalin hubungan baik dengan pihak-pihak terkait. Selain soal pembangunan infrastruktur, kepala desa ini juga mampu mengembangkan ekonomi kreatif di desanya dengan aneka macam pelatihan.

Salah satunya, pada 2018 lalu, bekerjasama dengan Disperindag Kabupaten Malang, desa ini menggelar pelatihan batik. Total ada 27 warga yang mengikuti pelatihan ini.”Bahkan, peserta pelatihan ini ada yang sudah dapat pesanan,” katanya.

Kedepan, alumni pelatihan ini akan terus dibimbing untuk bisa menjadi industri yang menghasilkan.”Kita akan bimbing terus,” imbuhnya.

Kepala Desa Sumbermanjing Kulon Periode 2013-2019 Karyuti (kiri) saat sambutan dalam acara pelatihan membatik.

Sementara itu, Nur Hayati,65, anggota Tim Penggerak PKK mengaku senang dengan kegiatan ini.”Karena yang belum tahu, menjadi tahu dan bisa,” kata Nur Hayati.”Untuk penjualan, nanti bisa melalui online,” pungkasnya.

Bangun Tempat Pembuangan Sampah

Selama bertahun-tahun, desa ini tidak mempunyai Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah yang memadai. Hanya ada satu TPA, yakni TPA yang ada di pasar. Sedangkan di perkampungan, tidak ada TPA.

Kepala Desa Sumbermanjing Kulon Periode 2013-2019 Karyuti saat menerima penghargaan dari Bupati Malang Rendra Kresna beberapa tahun lalu.

Untuk itu, Karyuti membangun TPA yang luasnya melebihi dua kali lapangan futsal.”Kami bangun sejak 2017, dan sekarang sudah bisa digunakan,” katanya. Selain itu, desa ini juga aktif melakukan daur ulang sampah. Yang dihadirkan diantaranya Ahmad Yani, dari Gampingan, Kabupaten Malang, untuk melatih warga.”Kedepan, akan kita adakan pelatihan seperti ini lagi agar sampah bermanfaat bagi warga,” katanya.

Hidupkan Kesenian Desa

Salah satu cara untuk menghidupkan kesenian esa ini adalah membelikan fasilitasnya melalui Anggaran Dana Desa (ADD). Mulai dari seragam, gong, dan lain-lain.”Di desa ini ada kesenian sakera dan jarang kepang, ini yang kita fasilitasi,” kata Karyuti yang terkenal ramah.

Mendirikan PAUD

Suasana kegiatan warga Sumbermanjing Kulon, Kabupaten Malang.

Pendirian PAUD milik desa ini memang sudah dilakukan pada 2005 silam. Tapi, itu tidak lepas dari kontribusi Karyuti, karena ketika itulah Karyuti menjadi ketua TP PKK. Ketika itu, Karyuti yang aktif membuat proposal, untuk bisa mendapatkan bantuan.

Pada 2006 dan 2007, Gedung PAUD Permata Nusa terbangun. PAUD ini sudah menjadi salah satu jujukan warga desa untuk menyekolahkan anaknya.”Lulusannya sudah sangat banyak, sekarang ada 29 siswa,” katanya.

Tidak Pernah Ada Tarikan dan Banyak Bedah Rumah Warga

Sebagai seorang perempuan, hati Karyuti selalu terenyuh ketika melihat kesusahan warganya.”Ada warga yang ke pasar hanya untuk menjual dua butir kelapa, itukan dapat uangnya tidak seberapa,” katanya.”Karena inilah, di desa ini tidak pernah ada tarikan, kecuali acara 17 Agustus, itupun yang mengkordinir uangnya panitia, bukan desa,” imbuhnya.

Proses bedah rumah yang dilakukan di Sumbermanjing Kulon, Kabupaten Malang,

Kepedulian Karyuti juga dengan cara mengusahakan bedah rumah bagi warga tidak mampu. Sudah puluhan rumah yang berhasil di bedah. Tahun ini saja, ada empat rumah yang dibedah oleh Baznas dan lima oleh desa.”Untuk pembayaran BPJS, desa ini sudah membantu 800 orang lebih yang tidak mampu, kami bayarkan BPJS-nya,” katanya.

Tidak hanya itu, saat ini ada delapan bedah rumah yang dilakukan berkat pengajuan ke Pemkab Malang. Delapan bedah rumah itu sudah disetujui dan sudah dilaksanakan.

Proses bedah rumah yang dilakukan di Sumbermanjing Kulon, Kabupaten Malang,

Pembangunan Jalan Sudah 80 Persen

Salah satu potret pembangunan jalan di Sumbermanjing Kulon, Kabupaten Malang.

Karyuti mengakui pembangunan jalan di desanya belum semua, tapi menurut dia sudah 80 persen jalan sudah dibangun.”Kami bertahap membangun jalan dengan anggaran Dana Desa,” katanya. Dengan jalan yang mulus, diharapkan masyarakat senang, dan perekonomian menjadi lancar.

Setelah dinilai sukses di Perideo pertama, Karyuti mencalonkan diri untuk periode kedua sebagai Kepala Desa Sumbermanjing Kulon.

(advetorial).

Reporter : Irham Thoriq

Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.31