Kumplus Crime Story- Tato SUGENG di Kaki Mayat Mutilasi

Ke Pasar untuk Berdagang, Malah Bertemu Mayat Tercincang (1)

16 September 2021 18:18
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Maadi Chilman, warga Kiduldalem, Kota Malang, biasa berdagang di Pasar Besar Kota Malang. Ia punya kios di lantai satu. Namun, suatu hari, kegiatannya di pasar terganggu bau menyengat. Maadi jadi gusar dan mengadu ke petugas sekuriti. Ia yakin ada tikus mati.
Abdul Adhim, petugas keamanan di tempat itu, lantas naik ke lantai dua bersama Maadi. Mereka membawa pengki untuk menyerok bangkai tikus. Di lantai atas itu, bau busuk kian tajam. Bisa jadi tikus itu berukuran besar, atau jangan-jangan kucing.
Tapi, alih-alih mendapati bangkai tikus atau kucing, Maadi dan Abdul malah melihat maneken—boneka peraga untuk memajang pakaian di toko—tergeletak di ubin. Memang, ada banyak toko baju di pasar itu. Pun, satu lantai di atasnya dulu pernah ditempati Matahari Department Store. Jadi, bisa saja ada maneken tercecer.
Namun, Abdul dan Maadi kemudian sadar ada yang tak beres. Setelah melihat dengan lebih saksama, mereka sadar bahwa benda yang mereka kira maneken itu ternyata potongan kaki manusia. Keduanya pun terkesiap dan segera melapor ke Polsek Klojen.
Warga pasar pun geger. Apalagi ketika potongan-potongan tubuh lainnya menyusul ditemukan di beberapa tempat terpisah. Siapa pun orang malang itu, ia jelas telah dimutilasi.
Sibak misteri ini pada Crime Story “Tato SUGENG di Kaki Mayat Mutilasi” eksklusif di kumparan+. Langganan sekarang juga.
Mayat terpotong-potong ditemukan berserak di Pasar Besar Kota Malang. Foto: Gigih Mazda/Tugu Malang & Indra Fauzi/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mayat terpotong-potong ditemukan berserak di Pasar Besar Kota Malang. Foto: Gigih Mazda/Tugu Malang & Indra Fauzi/kumparan
Konten Premium kumparanPLUS
Pasar Besar Malang geger. Potongan-potongan tubuh berserak di lantai dua. Sepasang kaki terpotong dari betis. Di telapaknya, kata "SUGENG" dirajah. Tulisan itu masih basah. Apa maksudnya? Kenapa korban dibunuh-dicincang demikian sadis? Klik di bawah.
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten