News
·
11 September 2020 20:56

Khofifah: Terdapat Klaster Seminar dan Tempat Ibadah pada Penyebaran COVID-19

Konten ini diproduksi oleh Tugu Malang
Khofifah: Terdapat Klaster Seminar dan Tempat Ibadah pada Penyebaran COVID-19 (371291)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (dua dari kiri) dalam acara di Batu, Jum'at (11/9). foto: rezza doa
MALANG-Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parasansa mengadakan rapat kerja penanganan COVID-19 bersama seluruh kepala daerah di Jawa Timur. Kegiatan tersebut digelar di Klub Bunga Resort Kota Batu, Jumat (11/9/2020).
ADVERTISEMENT
Khofifah mengatakan, wilayah Jawa Timur terdapat penambahan klaster COVID-19. Bahkan, penyebaran dan pertumbuhan klaster COVID -19 masih bertambah dan belum terkendali.
Adapun klaster tersebut diantaranya klaster pasar dan tempat pelelangan ikan, klaster tempat kerja, klaster perusahaan, klaster pondok pesantren, klaster mall, klaster tempat ibadah, klaster seminar, klaster rumah sakit dan klaster transmisi lokal.
Oleh sebab itu, dilakukan rapat koordinasi agar tidak terjadi penyebaran virus yang semakin meningkat.
"Hari ini saya memang mengumpulkan kepala daerah se-Jatim, Kapolres dan Dandim se-Jatim untuk membicarakan bersama percepatan penanganan COVID -19. Tadi sepertinya Pak Kapolda sudah menyampaikan rakor ini revitalisasi dari seluruh proses yang sudah kita lakukan selama ini," ungkapnya.
"Kami ingin bersama membangun sinergi kolaborasi bagaimana penanggulangan COVID-19 bisa dilakukan secara terkendali tapi perekonomian juga kita gerakan bersama," katanya.
ADVERTISEMENT
Dalam hal ini, Khofifah menegaskan agar kepala daerah melakukan pengecheckan kembali terkait dengan realisasi anggaran.
"Saya pesen ke bupati Wali Kota realisasi anggaran tolong dicheck semuanya karena beberapa daerah realisasinya relatif rendah,"ujarnya.
Dia mengharapkan adanya percepatan realisasi dengan tetap menjaga ketetapan dan akuntabilitas dari pengguna anggaran.
"Itu semua terkoordinasi sama Menko sudah sangat sering oleh karena itu ini sebenarnya mengukur kembali apa yang harus kita maksimalkan dalam pergerakkan ekonomi tetapi juga keselamatan kesehatan masyarakat terjaga. Kemudian yang COVID-19 tetap bisa diprioritaskan oleh masing masing aparatur negara,"imbuhnya.
Sementara itu, mendekati pemilihan kepala daerah, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Fadil Imran M.Si menghimbau agar tidak terjadi penambahan klaster pilkada.
ADVERTISEMENT
"Menghadapi COVID -19 dengan segala aspek dan beberapa agenda kedepan seperti pilkada dan kegiatan masyarakat kita harus lebih antisipatif, supaya semua ada kesamaan sudut pandang. KPU dan Bawaslu agar tetap menjaga protokol kesehatan sesuai dengan aturan yang ada," tandasnya.