kumparan
KONTEN PUBLISHER
25 Januari 2020 14:31

Korban yang Ditabrak Mobil Polisi di Malang Meninggal

mobil polisi tabrak pemotor 2.jpg
Mobil polisi yang menabrak 7 kendaraan secara beruntun di Kota Malang, Selasa (21/1/2020) lalu. (Foto: Khusnul Hasana)
Malang - Salah satu korban kecelakan beruntun yang disebabkan oleh mobil polisi pada Selasa (21/1/2020), meninggal dunia Jumat (24/1/2020) kemarin sekitar pukul 08.15 WIB. Korban dengan nama Sukadi (60) itu meninggal usai menjalani dua kali operasi di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang.
ADVERTISEMENT
Pada hari sebelumnya, Sukadi dirawat di RSAA bersama 4 korban lain. Pasca-kejadian mobil polisi yang menabrak 7 kendaraan di Malang Selasa (21/1/2020) lalu, anak menantu Sukadi, Fahrizal Ilham, mengatakan bapak mertuanya itu akan menjalani operasi di punggung akbibat tulang yang bergesar.
Namun, operasi tersebut rupanya membawa Sukadi kembali menghadap yang kuasa. Meski demikian, Ilham mengatakan bahwa saat ini ia dan keluarganya telah ikhlas dengan kepergian Sukadi. Ia juga mengatakan bahwa dari pihak keluarga tidak ada tuntutan.
“Tidak ada tuntutan. Ya kalau untuk pelakunya itu biarkan hukum yang berjalan. Kita sebagai keluarga ya sudah ikhlas karena memang sudah jalannya,” ungkap Ilham ketika ditemui di rumah duka Jalan Ki Ageng Gribig, Kota Malang, Sabtu (25/1/2020).
ADVERTISEMENT
Kanit Lakalantas Malang Kota, Iptu Deddy Catur, mengatakan bahwa Sukadi merupakan Korban yang mengalami laka di TKP pertama. Sukadi juga merupakan korban dengan kondisi kecelakaan terparah dibandingkan dengan korban lain. Sebab, ia merupakan korban yang terseret hingga sejauh 100 meter.
Sebelumya, Sukadi telah menjalani 2 kali operasi yakni operasi di bagain punggung dan operasi di bagian bibir dan rahang. Operasi berjalan dengan baik, namun setelah operasi, Sukadi melewati masa krisis selama 3 hari dan ia tak mampu melewati masa krisis tersebut.
“Pak Sukadi kita memberikan perhatian lebih, karena beliau korban yang cukup parah, beliau juga menjalankan 2 kali operasi. Beliau kurang lebih 3 hari untuk melewati masa krisis, ya mungkin Tuhan berkehendak lain,” imbuhnya.
ADVERTISEMENT
Sejauh ini, Unit Lakalantas Polresta Malang Kota sudah melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara), namun pihak laka masih tetap mendalami kejadian ini. Ia pun tak dapat mengatakan siapa yang salah dalam kejadian tersebut.
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan