kumparan
9 Okt 2019 15:15 WIB

Kota Halal, Strategi Malang Rebut Hati Wisatawan

Wali Kota Malang Sutiaji. Foto: Irham Thoriq/tugumalang.id
TUGUMALANG.ID-Wali Kota Malang Sutiaji berencana menerapkan konsep wisata halal. Namun, menurut Sutiaji masih banyak yang salah paham soal pengertian ini.
ADVERTISEMENT
Sutiaji menjelaskan, konsep kota halal selama ini identik dengan kota syar'i dan radikal. Pemahaman tersebut, menurut dia, salah."Malang halal bukan Malang syar'i. Tidak. Kemarin dari teman-teman kebudayaan nanya, nanti apakah Malang dibawa menjadi radikalis? tidak," ucapnya, Rabu (9/10).
Dia mengatakan, banyak negara non muslim di dunia justru mengklaim diri sebagai destinasi negara halal. Dan karena hal itu, wisatawan di negara-negara tersebut melompat tinggi.
"Negara non muslim di dunia ini justru juga menyampaikan sebagai destinasi negara halal. Dan itu luar biasa. Wisatawannya melompat tinggi," terangnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemkot juga sudah bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi di Kota Malang yang mempunyai fasilitas untuk sertifikasi halal.
"4 perguruan tinggi negeri sudah mempunyai sertifikasi halal, 2 perguruan tinggi swasta juga sudah. Tinggal bagaimana gayung bersambut," ungkapnya.
ADVERTISEMENT
Kembali lagi ia menegaskan, halal bukan berarti untuk satu agama saja, yakni Islam. Melainkan dapat menguntungkan seluruh masyarakat pada umumnya.
"Halal bukan berarti halal untuk satu agama, tidak. Makanya saya buat HAS, halal, aman, dan sehat, sehingga setiap orang bisa masuk karena ini tersertifikasi. Ke depan kami berharap kita bisa melakukan bersama," pungkasnya.
Reporter: Rezza Doa Lathanza
Editor : Irham Thoriq
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan