Pencarian populer

Langkah Sederhana Selamatkan Bumi: Tidak Gunakan Sedotan Plastik

Baskoro FDR*

Ilustrasi sedotan plastik. Foto: Safira Maharani/ kumparan.

Sedotan. Benda ini pertama kali digunakan 5000 tahun lalu oleh orang sumeria. Mereka menggunakan potongan jerami atau batang rumput. Pada tahun 1888, Marvin Stone mulai membuat sedotan dari kertas yang digulung pada sebuah pensil, caranya dengan ujung dilem dan dicelupkan ke parafin agar awet. Kemudian dia mematenkan temuannya dan mendirikan pabrik sedotan.

Syahdan, inilah cikal bakal dari sedotan modern. Seiring waktu, pembuatan sedotan-pun berkembang hingga yang seperti kita kenal saat ini. Benda yang berbentuk tabung, panjang dan ringan ini hampir setiap hari kita temui di sekitar kita. Mulai dari cafe, restauran, sampai warung pinggir jalan.

Sedotan (dianggap) sebuah penemuan yang bermanfaat bagi kita. Salah satunya adalah mempermudah kita untuk minum. Permasalahan muncul dikarenakan sedotan berbahan dasar plastik. Secara umum bahan dasar sedotan plastik adalah PP atau PolyPropylene yang didesign untuk tahan seumur hidup. Hal inilah yang kemudian menjadi permasalahan. Selain sulit didaur ulang atau membutuhkan waktu lama untuk terurai dialam juga berpengaruh pada kesehatan. Marcus Ericksen seorang ilmuwan lingkungan dan pendiri LSM 5 Greys mengatakan sedotan plastik berbahaya bagi manusia karena alat minum ini dapat berubah menjadi mikroplastik.

Saat ini keberadaan sampah plastik sudah menjadi masalah global. Tak terkecuali di Indonesia. Banyak pihak menyebutkan bahwa Indonesia merupakan penyumbang sampah plastik terbesar ke-2 di dunia. Salah satu produk plastik sekali pakai yang menyumbang polusi laut ini adalah Sedotan Plastik.

Penggunaan sedotan plastik di Indonesia termasuk yang tertinggi di dunia. Berdasarkan data dari Divers Clean Action, pemakaian sedotan plastik di Indonesia mencapai 93 juta lebih setiap hari-nya. Jika sedotan plastik ini direntangkan, maka panjang yang dihasilkan adalah sama dengan jarak tempuh Jakarta menuju Meksiko atau sekitar 16.784 KM. Kemudian jika kita menghitung dalam 1 minggu maka panjang keseluruhan sedotan plastik ini dapat mengelilingi Bumi. Bahkan dapat mengelilingi Bumi sebanyak 3x. Dapat kita bayangkan bagaimana sedotan plastik ini mengotori Bumi. Angka 93 Juta lebih perhari penggunaan sedotan plastik di Indonesia membuat kita berfikir. Data ini dikumpulkan tahun lalu oleh Divers Clean Club. Sudah berapa lama hal ini terjadi dan bagaimana jika angka tersebut bertambah sampai hari ini?

Sejak beberapa tahun terakhir sudah banyak bermunculan gerakan mengurangi produk plastik, salah satunya adalah Sedotan Plastik. Benda ringan ini paling lama kita gunakan sekitar 30 - 45 menit. Kita gunakan sesaat setelah itu kita buang dan dibutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai di alam. Sangat riskan sekali.

Gerakan mengurangi sedotan plastik ini bertujuan mengajak masyarakat dan pelaku industri untuk peduli atas dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh sedotan plastik. Untuk masyarakat diharapkan mereka merubah kebiasaan mereka untuk tidak lagi menggunakan sedotan plastik, dikarenakan tanpa sedotan plastik pun mereka masih dapat minum dan lagi tidak ada satu minuman pun yang mensyaratkan harus memakai sedotan. Apalagi sedotan mememiliki dampak buruk bagi kesehatan.

Untuk pelaku industri, sebagaimana yang dilakukan CCFrontier sejak tanggal 15 Februari 2019 kemarin, Campaign #byesedotanplastik. Gerakan ini bertujuan untuk mengurangi penggunaan sedotan plastik sekali pakai dan ditujukan secara khusus pada hotel, cafe dan resto. Di mana mereka tidak lagi

menyediakan sedotan plastik kecuali by request. Hal ini dilakukan karena ditempat merekalah salah satu penghasil sampah sedotan plastik terbanyak. Gerakan ini dilakukan secara berkelanjutan.

Saat ini sudah sekian banyak hotel, cafe dan resto yang mulai mengurangi sedotan plastik. Diharapkan nantinya hal ini dapat mempengaruhi pelaku industri yang lain untuk mengkuti langkah mereka. Dan juga diperlukan keterlibatan pihak pemerintah nantinya sebagai pemegang kebijakan. Dengan harapan mereka mengeluarkan sebuah kebijakan untuk mengurangi sedotan plastik bahkan melarang.

Tidak menggunakan sedotan plastik merupakan langkah sederhana menyelamatkan Bumi.

Foto penulis.

*Penulis adalah Founder dari CCFrontier

catatan: tulisan ini merupakan kiriman pembaca, yang merupakan bagian dari rubrik pembaca menulis. Anda punya artikel? kirim ke email: redaksi@tugumalang.id. Tulisan yang masuk akan kami seleksi dengan ketat.

Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: