Pencarian populer

Melihat Kegiatan Sosial Ala Komunitas Ruang Belajar Aqil

AKTIFITAS RUTIN: Pelatihan dan pelajaran gratis kerap disajikan Komunitas Ruang Belajar Aqil (RBA). (Komunitas RBA untuk Tugumalang.id)

TUGUMALANG.ID - Semangat kawula muda betul-betul diusung penuh oleh Komunitas Ruang Belajar Aqil (RBA) di Kota Malang. Komunitas yang beranggotakan mahasiswa kampus-kampus di Malang ini memang emiliki visi agar para pemuda dan pemudi bisa lebih berdaya untuk memajukan Indonesia. Dengan dasar itu, serangkaian kegiatan sosial di bidang pendidikan dan pelatihan gratis kerap disajikan mereka.

Di flash back ke belakang, komunitas yang berdiri sejak tahun 2010 tersebut ternyata bermula dari kelompok khusus yang didirikan oleh para mahasiswa semester akhir di Universitas Brawijaya (UB) Malang. "RBA itu awalnya kelompok riset teman-teman yang mengerjakan skripsi," terang salah seorang anggota Komunitas RBA, Bagas Dwi Purnama pada Tugumalang.id.

Awalnya hanya ada tiga orang saja dalam komunitas tersebut. Mamun semakin lama, jumlah anggota di kelompok tersebut terus berkembang semakin banyak. ”Awalnya anak UB (Universitas Brawijaya), tapi akhirnya ada anak UM (Universitas Negeri Malang), UMM (Universitas Muhammadiyah Malang), Unikama (Universitas Kanjuruhan). Sekarang hampir semua mahasiswa di kampus Malang ada (di komunitas ini)," lanjut Bagas.

GURU TAMU: Pemateri dari negara lain kerap digandeng untuk memberi pembelajaran gratis. (Komunitas RBA untuk Tugumalang.id)

Karena banyak anggotanya yang berstatus mahasiswa, mereka pun hilir mudik berganti. Hingga akhirnya pada tahun 2015 lalu, mereka memiliki tempat tersendiri di kawasan Jalan Soekarno Hatta, Kota Malang. Disana, komunitas ini mendirikan ruang baca. ”Kemudian tahun 2015 itu, kami mulai membuat situs sendiri, kemudian juga membuka ruang baca di sebuah ruko (rumah toko) di Suhat (Jl Soekarno Hatta), dan awalnya tentu saja hanya buku-buku kuliah," terang mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UB semester 10 tersebut.

Saat ini 'markas' komunitas RBA itu sudah berpindah ke Jalan Cempaka nomor 1 Kota Malang. Ruang baca milik mereka pun kini semakin beragam dan terbuka bagi masyarakat umum. Ada fasilitas peminjaman tanpa dipungut biaya sepeserpun. "Kalau saat ini buku-bukunya bervariasi. Mulai novel, buku anak, buku kuliah," terangnya. Ia menjelaskan bahwa buku-buku tersebut didominasi hasil sumbangan

"Kalau misalnya buku anak, ini ada yang dari anak-anak sendiri. Ada juga melalui program donasi bertajuk Seribu Buku Anak yang didapat dari garage sale," kata dia. Saat ini, terdata bahwa jumlah buku yang ada di perpustakaan Ruang Belajar Aqil tersebut mencapai 3.800 buah. Bukunya pun terindeks rapi dengan kode yang komplit dan mudah dicari.

"Kami menyebutnya ruang baca, dan itu merupakan bagian dari Ruang Belajar Aqil," beber Bagas. Selain ruang baca gratis, komunitas ini juga kerap melakukan kegiatan rutin yakni dengan membuka kelas untuk masyarakat. "Kegiatan rutin ini kami namakan Kelasuka. Jadi jadwalnya bermacam-macam. Ada kelas bahasa Inggris, kelas belajar angklung, dan sebagainya," terangnya.

TRANSPARAN: Bergerak di bidang non profit, Komunitas RBA mengedepankan transparansi. (Komunitas RBA untuk Tugumalang.id)

Dalam aplikasinya, anggota komunitas kerap terjun langsung ke masyarakat dengan memberi pelatihan dan pelajaran gratis. "Jadi kami tergantung permintaan. Jadi acaranya bisa berbentuk lokakarya, seminar, penyuluhan, atau juga bisa melalui komunikasi audio visual," lanjutnya. Saat ini, anggota komunitas itu mencapai 50 orang. Karena mereka adalah komunitas not for profit (bukan untuk mencari keuntungan), Bagas menjelaskan bila semua biaya diperoleh dari hasil donasi.

”Jadi awalnya kami perkirakan semuanya habis berapa jika akan mengadakan acara, kemudian kami membuka donasi untuk acara itu dengan target uang sekian,” kata dia. Bila uang hasil donasi itu tersisa, maka akan dialokasikan untuk pembelian buku, atau bisa juga untuk kegiatan berikutnya.

Meski hanya sebatas komunitas, tapi struktur kepengurusan mereka begitu jelas. Laporan keuangan juga selalu diaudit 4 kali dalam setahun. Pada tahun 2017 lalu, komunitas RBA mengelola daba Rp 60,8 juta. Sedang pada 2018 ada dana Rp 145,2 juta yang dikelola. Pada periode Januari hingga Juni 2019 ini, pihaknya sudah mengelola sebanyak Rp 99,7 juta. "Jadi setiap tahun saldo kas kami selalu nol dan semuanya digunakan untuk kegiatan," tutupnya. (*)

Reporter: Gigih Mazda

Editor: Irham Thoriq

Foto: Ruang Belajar Aqil untuk Tugumalang.id

Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.57