Woman
·
1 Desember 2020 16:18

Mencegah Eksim pada Kulit Bayi

Konten ini diproduksi oleh Tugu Malang
Mencegah Eksim pada Kulit Bayi  (16984)
dr. Lina Fitria Astari, Sp.A. Dosen Kedokteran UIN Malang Departemen Ilmu Kesehatan Anak. Foto: Rezza Doa
MALANG- Eksim pada kulit bayi atau bercak merah salah satu kondisi kulit yang sering dialami oleh anak - anak atau bayi. Tak hanya itu eksim kulit bayi biasanya juga disertai dengan kulit yang terasa gatal.
ADVERTISEMENT
dr. Lina Fitria Astari, Sp.A. Dosen Kedokteran UIN Malang Departemen Ilmu Kesehatan Anak menyebutkan bahwa untuk mengatasi eksim pada kulit bayi yaitu dengan menghindari dan modifikasi faktor pencetus lingkungan atau gaya hidup, memperkuat dan mempertahankan fungsi sawar kulit yang optimal, menghilangkan penyakit kulit inflamasi, mengendalikan dan mengeliminasi siklus gatal - garuk, edukasi dan empowerment pasien serta caregivers.
" Selain itu juga bisa dilakukan perawatan saat mandi dengan menggunakan air hangat, menggunakan sabun yang mengandung pelembab, pH 5,5-6, tidak mengandung pewarna dan pewangi. Mencegah bahan iritan saat mandi seperti sabun anti septik, melakukan perawatan setelah mandi dan menjaga suhu ruangan,"katanya.
Salah satu faktor penyebab dari eksim yaitu adanya faktor genetik. Sedangkan eksim pada bayi biasanya muncul di kedua pipi, menyebar ke dahi, kulit kepala, telinga, leher, pergelangan tangan dan tungkai.
ADVERTISEMENT
" Jadi orang tua dapat menurunkan resiko eksim kepada putra putrinya,"imbuhnya.
Dia menyebutkan berdasarkan usia pasien kelainan kulit dibagi menjadi tiga fase yaitu fase infantil usia 0 - 2 tahun, anak 2 tahun-pubertas dan dewasa.
" Eksim dapat dimulai sejak usia 2 bulan, umumnya lesi awal muncul pada usia 2 bulan, biasanya simetris pada kedua pipi, kemudian menyebar ke dahi, kulit kepala, telinga, leher, pergelangan tangan dan tungkai. Alergen atau pencetus yang berperan dalam fase ini adalah makanan seperti susu sapi, telur, soya dan gandum," tandasnya.
dr Lina sapaan akrabnya membagikan tips pencegahan eksim pada bayi dan anak diantaranya mandi memakai sabun dengan pH netral dan yang mengandung pelembab hindari pembersih antibacterial, mandi air hangat 1-2 kali sehari dan tidak lebih dari 10 menit setiap kalinya, mengoleskan krim steroid diberikan sesuai resep dokter, pakaian baru sebaiknya dicuci terlebih dahulu sebelum dipakai untuk membersihkan formaldehid atau bahan kimia tambahan.
ADVERTISEMENT
Selain itu, mencuci pakaian dengan deterjen harus dibilas dengan baik, selesai berenang harus segera mandi untuk membilas sisa klorin, bayi dan anak jangan terlalu sering dimandikan, cukup dua kali sehari dan jangan menggosok terlalu kuat, jangan memakai pakian terlalu tebal, ketat, atau kotor, atau yang bersifat iritan, pada bayi penting diperhatikan kebersihan daerah popok, hindari makanan yang dicurigai menyebabkan kekambuhan dan lakukan diet sesuai petunjuk dokter.