kumparan
KONTEN PUBLISHER
10 Juli 2019 12:25

Nuansa ala Rio De Janeiro di Kampung Warna Warni Jodipan, Malang

20190710_101528.jpg
Kondisi kampung warna-warni di Kota Malang pada Rabu pagi (10/7).
TUGUMALANG.ID - Kampung-kampung di Kota Malang terkenal dengan keunikan inovasi khasnya masing-masing. Salah satunya Kampung Warna Warni Jodipan yang berada di tepi Sungai Brantas.
ADVERTISEMENT
Kampung ini dulunya adalah perkampungan kumuh dan padat penduduk. Setelah semua bangunan di kampung ini dicat berwarna-warni, jadilah kampung ini menjadi kawasan wisata.
Penggagas konsep warna-warni kampung ini adalah mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) dari Universitas Muhammadiyah Malang dan sebuah pabrik cat yang berpusat di Kota Malang. Konsep yang diusung kampung ini hampir sama dengan nuansa warna-warni ala Rio de Janeiro, Brasil.
38233396_418469721893160_4448084086988210176_n.jpg
Kampung Warna Warni Jodipan. (foto: Instagram/@kampung_warna_warni)
Di kampung ini, wisatawan bisa berinteraksi dengan penduduk setempat dan berswafoto di spot-spot yang sudah dipersiapkan. Tidak hanya itu, di Kampung Warna Warni Jodipan, kita juga bisa melihat jembatan kaca yang konon merupakan jembatan kaca pertama di Indonesia.
Jembatan kaca ini mempunyai panjang 10-11 meter, dengan ketinggian sekitar delapan meter. ”Memang ini diyakini yang pertama di Indonesia, apa pernah lihat di tempat lain? saya kira tidak pernah,” imbuhnya.
20190710_101542.jpg
Jembatan kaca di Kampung Warna Warni Jodipan, Kota Malang. (foto: Irham Thoriq/Tugu Malang).
Pada September mendatang, kampung ini akan berusia tiga tahun. Di usia yang masih terbilang muda, Kampung Warna Warni Jodipan biasa dikunjungi kurang lebih 3.000 orang setiap harinya. Untuk menikmati nuansa warna-warni ala Rio de Janeiro, Brasil, pengunjung cuma perlu membayar Rp 3.000.
ADVERTISEMENT
”Kalau hari libur, bisa sampai 5.000 pengunjung,” kata Agus Kodar (49), koordinator keamanan Kampung Warna Warni Jodipan, Rabu pagi (10/7).
20190710_101946.jpg
Salah satu gambar di Kampung Warna Warni Jodipan, Kota Malang. (foto: Irham Thoriq/Tugu Malang).
Menurutnya, tren pengunjung Kampung Warna Warni Jodipan selalu meningkat setiap tahunnya. ”Kalau kami menyimpulkan, trennya naik,” imbuhnya.
Agus menambahkan, uang dari hasil penjualan tiket dimasukkan ke dalam kas pengurus Kampung Warna Warni Jodipan. Nantinya, uang itu akan dibuat membayar pengurus, petugas kebersihan, dan buat kegiatan sosial.
”Setiap enam bulan sekali, pengurus membagikan sembako kepada warga sini, nilainya satu paket sembako sekitar 150 ribu,” tambahnya.
20190710_101827.jpg
Sejarah Kampung Warna Warni Jodipan yang berada di area wisata tersebut.(foto: Irham Thoriq/Tugu Malang).
Sementara itu, Lailatus Sya’adah, salah seorang pengunjung, mengatakan ia sudah tiga kali ke Kampung Warna Warni Jodipan.
”Karena selain bisa foto-foto, bisa sambil beli makanan ringan yang dijual warga, jadi enak aja, murah juga,” katanya.
ADVERTISEMENT
Jadi, apakah kamu tertarik berkunjung ke Kampung Warna Warni Jodipan juga?
Reporter: Irham Thoriq
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan