Pakar Komunikasi Beberkan Keajaiban Silaturahmi di Halalbihalal Konus

Konten Media Partner
15 Mei 2022 12:09
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Pakar Komunikasi Beberkan Keajaiban Silaturahmi di Halalbihalal Konus (583689)
zoom-in-whitePerbesar
Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional, Dr Aqua Dwipayana memaparkan keajaiban silaturahim. Foto: tangkapan layar
"Silaturahim itu bisa menyehatkan jiwa karena kita saling menyemangati orang lain. Itu sebenarnya menyemangati diri sendiri, sehingga jiwa kita akan sehat," ujar Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional, Dr Aqua Dwipayana, dalam halalbihalal virtual Komunitas Para Sales Super Nusantara atau Konus, pada Sabtu (14/5/2022) malam.
ADVERTISEMENT
Dalam kehidupan sehari-harinya, Aqua mengaku telah merasakan secara langsung keajaiban silaturahmi. Mulai dipermudah menjalankan segala aktivitas, mempererat dan mendapatkan banyak relasi, hingga kesehatan jiwa.
Penulis buku "The Power of Silaturahim" ini juga memaparkan bahwa dia kerap kali dimudahkan dalam hal apapun, seperti mendapat tiket pesawat dengan mudah di tengah ketidakpastian hingga mendapatkan akses kemanapun dengan mudah.
Pakar Komunikasi Beberkan Keajaiban Silaturahmi di Halalbihalal Konus (583690)
zoom-in-whitePerbesar
Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional, Dr Aqua Dwipayana memaparkan keajaiban silaturahim. Foto: tangkapan layar
Hal itu tentu tak lepas dari kuatnya relasi yang dia miliki, sehingga kendala apapun mampu terpecahkan melalui jalinan pertemanan dan persaudaraan yang terbangun dari kebiasaan silaturahminya.
Selain itu, dia mengaku selalu melibatkan Tuhan Yang Maha Esa dalam setiap perjalanan silaturahminya. Dia hanya punya niat beribadah untuk Allah SWT tanpa mengharapkan apapun.
"Ketika kita ikhlas melakukan apapun, maka nanti kita akan dipermudah oleh Allah SWT. Melakukan sesuatu tanpa pamrih itu enak sekali, tanpa beban. Ketika saya silaturahmi itu energinya malah tambah," ungkapnya.
ADVERTISEMENT
Dia mengatakan bahwa bersilaturahmi yang baik itu harus menggunakan cara berkomunikasi yang tegas dan santun. Sebab, kunci kekuatan utama dalam silaturahmi adalah pada cara berkomunikasi.
"Kita harus menggerakkan kemampuan komunikasi baik verbal maupun non verbal. Dalam silaturahim kita harus menghormati, empati, penerima pesan, dan ada feed backnya," jelasnya.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Kemudian gunakan kalimat sederhana secara terbuka sehingga mudah dipahami dan tentunya harus rendah hati. Tapi ini tidak ada artinya jika tidak dilakukan dengan langkah nyata dan dijalankan secara konsisten," imbuhnya.
Aqua mengaku selalu belajar memetik ilmu dalam setiap perjalanan silaturahminya, sehingga dia berharap apa yang dia lakukan nantinya bisa memberikan manfaat kepada masyarakat sebanyak-banyaknya.
Dia juga berpesan kepada siapapun agar memiliki kepercayaan diri untuk membangun niat dan memulai bersilaturahmi. Selain itu, pantang menyerah dan tak pasrah dengan keadaaan juga perlu dilakukan karena motivator terbaik adalah diri sendiri.
ADVERTISEMENT
"Saya akan bersilaturahim sampai Tuhan memangil karena ini adalah bagian dari hidup saya," tandasnya.
Founder Konus, Yudi Ananta menyampaikan apresiasinya kepada Dr Aqua Dwipayana. Selain mampu memberikan ilmu yang luar biasa, dia juga kagum dengan motivator ulung itu.
Pasalnya, dia tak pernah berjumpa dan saling mengenal satu sama lain. Namun saat diundang melalui ponsel, Dr Aqua dengan kerendahan hatinya berkenan menjadi pembicara.
"Saya berharap melalui kegiatan ini, kita bisa memetik ilmu luar biasa sehingga kita bisa menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain," inginnya.
Pakar Komunikasi Beberkan Keajaiban Silaturahmi di Halalbihalal Konus (583691)
zoom-in-whitePerbesar
Dewan Pengawas Konus, Seto Mulyadi dalam Halalbihalal Konus secara virtual. Foto: tangkapan layar
Dewan Pengawas Konus, Seto Mulyadi yang akrab disapa Kak Seto, mengaku dengan kerendahan hatinya memiliki keinginan untuk belajar kepada Dr Aqua Dwipayana.
"Saya ingin menjadi murid Dr Aqua. Makanya saya menyempatkan diri untuk hadir dalam acara ini. Saya sudah 71 tahun, tapi saya tetap ingin belajar. Saya berharap Konus menjadi jendela lautan ilmu," harapnya.(*)
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020