News
·
1 Juli 2020 21:40

Pemkot Malang Ajak Platform Digital Bekerjasama Urusan Pajak

Konten ini diproduksi oleh Tugu Malang
Pemkot Malang Ajak Platform Digital Bekerjasama Urusan Pajak (10815)
Kepala Bapenda Kota Malang Ade Herawanto saat diskusi dengan perwakilam Gojek, Rabu (1/7). Foto: dokumen.
MALANG – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang memanggil sejumlah operator platform digital terkait perpajakan. Gojek, OYO, Red Doorz, Traveloka dan lainnya, dimintai sinkronisasi data perpajakan.
ADVERTISEMENT
Kepala Bapenda Kota Malang Ade Herawanto menyatakan, sinkronisasi dilakukan sesuai arahan Wali Kota Malang Sutiaji dan Komisi B DPRD Kota Malang. Transaksi digital melalui penyedia jasa online, disebut-sebut sangat tinggi pemanfaatannya di masa pandemi COVID-19.
“Pengusaha kuliner, hotel, dan reklame, menyadari mereka tetap menghimpun pajak dari kostumer. Muaranya tentu untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kota Malang,” kata pria yang akrab disapa Sam Ade itu, Rabu (1/7).
Saat ini, Gojek sudah memenuhi panggilan klarifikasi oleh Bapenda, terkait sinkronisasi pajak aplikasi GoBiz dan tunggakan pajak GoFood Festival. Pihak Gojek pun siap bekerjasama MoU dengan Pemkot Malang terkait perpajakan mitra Gojek.
“Gojek saat ini masih berkonsultasi ke pihak pusat. Harapanya MoU semakin memudahkan proses sinkronisasi data perpajakan,” kata pegiat d’Kross itu.
ADVERTISEMENT
Gojek saat ini berpedoman PP 80/2019 tentang Perdagangan Melalui Sistem Elektronik yang mengatur personal data protection. Sementara Bapenda mengacu pada UU 28/2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.
“Kami sampaikan ke pusat dan mendiskusikan secara intern Gojek terkait permintaan data GoBiz. Jika kami bisa MoU dengan Pemkot Malang, memungkinkan pembayaran pajak di Kota Malang bisa lewat GoPay,” kata Head Regional Government Relations Gojek East Java, Bali & Nusa Tenggara Boy Arno Muhamad, di kantor Bapenda Kota Malang.
Ketua Komisi B DPRD Kota Malang Trio Agus Purwono mengatakan, pihaknya mendukung langkah Bapenda Kota Malang dalam upaya peningkatan pendapatan pajak. Melalui kerjasama dengan platform digital.
“Kami minta platform digital bisa bekerjasama dengan baik dan mendukung program Pemkot Malang,” kata politikus PKS itu.
ADVERTISEMENT
Anggota Komisi B DPRD Kota Malang Jose Rizal Joesoef menambahkan, fungsi sinkronisasi data tersebut sangat penting. Pendataan dari platform digital dapat dipadukan dengan data Bapenda. Sehingga bisa dijadikan evaluasi dan ukuran memelototi pendapatan sektor pajak.
“Dari sini bisa dilihat tingginya daya beli masyarakat di masa pandemi, atau justru menurun. Paling tidak kajian itu penting bagi pemangku kebijakan,” kata anggota dewan yang juga dosen Universitas Gajayana (Uniga) Malang itu.
Head of Excellence Regional Operation Government Relations Gojek M Chairil lewat rilisnya menyampaikan, pihaknya berkomitmen membangun komunikasi yang berkesinambungan, menjalin relasi dan kooperatif terhadap Bapenda atau Pemkot Malang. Pihaknya juga sudah berkomunikasi langsung dengan Ade, menindak lanjuti surat balasan terkait sinkronisasi data.
ADVERTISEMENT
“Kami secara terbuka menyampaikan dan mendiskusikan kegiatan operasional kami dan ketaatan Gojek terhadap aturan daerah yang berlaku sebagaimana komitmen kami untuk terus mendukung program prioritas pemerintah baik di pusat maupun daerah,” pungkasnya.