Pemuda di Malang Dirikan Ladubtok, Penyelamat Para Buruh Korban PHK

Konten Media Partner
5 Agustus 2022 21:50
·
waktu baca 4 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Okky saat menjalankan Ladubtok. Foto: dok Okky
zoom-in-whitePerbesar
Okky saat menjalankan Ladubtok. Foto: dok Okky
ADVERTISEMENT
MALANG - Di luar dugaan, hidup dengan segala keterbatasan selama pandemi COVID-19 justru memunculkan orang-orang kreatif. Tak jarang dari ide kepepet yang lahir untuk sekedar menyambung hidup, kini berbalik menjadi mata pencaharian utama sehari-hari.
ADVERTISEMENT
Seperti terjadi pada penyedia jasa kurir lokalan di Malang, Jawa Timur, yang bernama Ladubtok, unit usaha kolektif yang lahir situasional waktu wabah menyerang pada dua tahun silam.
Ladubtok awalnya diinisiasi dua orang. Mereka adalah Okky Wahyu Sempada (31) dan Dino Kristopacida (43). Kedua putra daerah asli Malang ini sukses menyiasati hidup dengan segenap daya, upaya, dan kreativitas mereka.
Okky Wahyu. Foto: dok Okky
zoom-in-whitePerbesar
Okky Wahyu. Foto: dok Okky
Gara-gara pandemi, keduanya kehilangan sumber mata pencaharian utama. Mulanya, Dino ialah karyawan kedai kopi yang terpaksa dirumahkan lantaran kebijakan pemerintah menutup segala bentuk usaha yang memiliki potensi kerumunan tinggi.
Sementara, di lain sisi, hanya di situlah satu-satunya sumber penghasilan utamanya. Mencari peluang kerja di sektor lain saat itu juga tak memungkinkan. Terlebih, di usianya yang sudah memasuki kepala empat.
ADVERTISEMENT
''Waktu tutup, saya dan karyawan lain ya otomatis nganggur. Gak punya pemasukan lain selain dari sana. Sementara, modal yang saya punya cuma tenaga dan sepeda motor ya akhirnya ngerintis jasa kurir ini dibantu sama Okky,'' kisahnya, pada Tugu Malang, Jumat (5/8/2022).
Sementara Okky sendiri punya andil dalam segi branding hingga optimasi media sosial. Berkatnya, Ladubtok bertumbuh dari yang semula jasa kurir amatir menjadi penyedia jasa yang kredibel dan terpercaya. Meski hanya berbasis aplikasi WhatsApp.
Dari segi nama juga unik dan mewakili lokalitas kultur warga Malang Raya. Ladub merupakan istilah bahasa Malangan yang jika dibalik adalah budal yang artinya berangkat. Sementara Tok adalah istilah adverbia dalam bahasa jawa timuran untuk penekanan sifat kata sebelumnya. Singkatnya berarti berangkat sudah! atau gaspol rem blong jika diterjemahkan ke dalam bahasa sehari-hari.
ADVERTISEMENT
Lahirnya Ladubtok, menurut Okky, terbilang berada di momen yang tepat. Pandemi menyebabkan lalu lintas pengiriman dalam kota meningkat karena masyarakat enggan keluar rumah sehingga menjadikan peluang jasa pengiriman dalam kota meningkat tajam.
Di sisi lain, pelanggan Ladubtok juga berangkat dari latar belakang yang sama. Mereka yang juga mencari penghasilan lain dengan merintis usaha di bidang kuliner dan lain-lain.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
''Akhirnya saat itu dari masyarakat juga tumbuh etos budaya untuk saling support. Di saat bebarengan, kami juga mulai gencar promosi di sosial media dan lambat laun pasar kami mulai terbentuk dan bertahan sampai sekarang,'' papar Okky.
Lambat laun, Ladubtok mulai dipercaya sejumlah konsumen untuk mengirim berbagai macam barang, bahkan sampai barang perhiasan sekalipun. Tak hanya makanan saja, tapi juga merambah ke perangkat kesehatan menjadi barang yang sering dikirim oleh Ladubtok.
ADVERTISEMENT
''Pengiriman paling jauh bahkan sampai ke daerah kabupaten yang jauh dari pusat kota seperti Dampit, Sumberpucung, Ngantang, Sitiarjo. Dari sana kami melihat bahwa kepercayaan pelanggan kepada brand sudah terbentuk,'' beber Okky.
Selain itu, sejak Ladub Tok ini eksis, bisa dibilang telah berhasil menyelamatkan banyak orang yang bernasib sama akibat pandemi seperti terkena kebijakan PHK, efisiensi karyawan, toko sepi, hingga kehilangan banyak pelanggan.
Dari formasi awal yang melibatkan hanya dua orang kurir, hingga 2022 ini bertambah menjadi enam orang yang berfokus memperkuat Ladubtok hingga saat ini. Sebelum itu, banyak juga masyarakat yang terdampak pandemi sempat mengadu nasib di sana.
''Di antara beberapa kawan, rata-rata adalah korban PHK. Ada juga yang memang pengangguran dan butuh pengasilan tambahan. Kami terbuka buat siapa saja asalkan bisa menjaga kepercayaan konsumen,'' kata dia.
ADVERTISEMENT
Di awal-awal tahun berdiri, Ladubtok mematok tarif seikhlasnya untuk setiap pengiriman. Namun seiring waktu, sejumlah saran untuk menetapkan tarif baku justru lahir dari para pelanggan setianya.
Pada prinsipnya, para punggawa Ladubtok sangat sadar bahwa rintisan usaha jasanya ini tidak terlahir dari perusahaan jasa kurir profesional yang lebih mapan. Usaha ini murni dibangun sebagai alternatif bertahan hidup.
''Maka sudah sepantasnya jika kami juga gak matok tinggi soal biaya. Jadi ya bergerak, bekerja dan saling menghidupi bareng-bareng. Pada prinsipnya, kami percaya Tuhan bersama orang-orang yang obah (berusaha),'' tegasnya.
''Sebagai bentuk ikhtiar kami selain mengirim paket, Ladubtok juga memproduksi merchandise berupa kaos yang seluruh hasil penjualan digunakan untuk kebutuhan promosi via Instagram ads agar jangkauan pasar semakin luas,'' pungkasnya.
ADVERTISEMENT