Penutupan Program Akademi Santri Digital, Averoes Silaturahmi Multipihak

Konten Media Partner
24 Mei 2022 11:08
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Penutupan Program Akademi Santri Digital, Averoes Silaturahmi Multipihak (177908)
zoom-in-whitePerbesar
Silaturahmi Multipihak Akademi Santri Digital di Ponpes Anwarul Huda Malang (dok.)
ADVERTISEMENT
MALANG - Komunitas Averoes yang berkolaborasi dengan HM Sampoerna, menggelar silaturahmi bersama pada penutupan program Akademi Santri digital, di Ponpes Anwarul Huda Kota Malang yang dihadiri Wali Kota Malang, Sutiaji, Sabtu (21/5/2022).
ADVERTISEMENT
Selain dihadiri Wali Kota Malang Sutiaji bersama jajaranya, Pengasuh Ponpes Anwarul Huda KH M Baidowi Muslich, Ketua Komunitas Averroes Sutomo hingga Perwakilan HM Sampoerna Rusdiono, turut meramaikan acara silaturahmi itu.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Malang, Sutiaji, menyampaikan apresiasinya kepada Averroes dan HM Sampoerna yang mendukung lembaga pendidikan di Kota Malang dalam mengembangkan potensi generasi muda dalam menghadapi dunia digital.
"Tentu kami atas nama Pemerintah Kota Malang mengucapkan terima kasih kepada Komunitas Averoes dan HM Sampoerna yang terus memberikan dukungan pada lembaga pendidikan yang menjadi inkubasi dari potensi potensi anak bangsa ini," ucapnya.
Penutupan Program Akademi Santri Digital, Averoes Silaturahmi Multipihak (177909)
zoom-in-whitePerbesar
Wali Kota Malang, Sutiaji memaparkan sambutan dalam Silaturahmi Multipihak Akademi Santri Digital (dok.)
Dia mengatakan bahwa masyarakat harus mampu mengikuti perkembangan digital. Dia mengatakan, lebih dari 87 persen masyarakat Indonesia telah menggunakan digital. Untuk itu, dia mengajak masyarakat untuk mampu memanfaatkan digital sebaik mungkin.
ADVERTISEMENT
Bahkan dia juga menyampaikan bahwa kolaborasi antara Avorroes dengan HM Sampoerna akan diteruskan pada OPD Pemkot Malang. Pihaknya juga akan memfasilitasi antar pesantren agar bisa saling mengisi dan memberikan informasi kebaikan kepada masyarakat luas.
"Mudah mudahan kegiatan ini terus memberikan manfaat dan menimbulkan multi efek. Kemudian jangan sampai selesai sampai disini. Apalagi ponpes yang kita banggakan ini di huni oleh para mahasiswa multi talenta," ujarnya.
Penutupan Program Akademi Santri Digital, Averoes Silaturahmi Multipihak (177910)
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Komunitas Averroes, Sutomo memberikan sambutan dalam Silaturahmi Alademi Santri Digital (dok.)
Sementara itu, Pengasuh Ponpes Anwarul Huda Malang, KH M Baidowi Mislich dalam kesempatannya juga mengapresiasi atas langkah Averroes, dalam memberikan ilmu pengetahuan digital kepada para santri.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Menurutnya, umat islam tidak menutup mata dengan adanya perkembangan dunia teknologi digital seperti media sosial. Dikatakan, media sosial bisa dimanfaatkan dengan baik jika digunakan untuk niat kebaikan.
ADVERTISEMENT
"Kami di sini juga bisa memanfaatkan media sosial. Alumni santri kami masih bisa mengikuti kegiatan pesantren melalui media digital. Jadi mereka masih bisa mengikuti pengajian kami," jelasnya.
Untuk itu, pihaknya menyampaikan ucapan terimakasih atas dukungan ilmu digital yang diberikan Averroes dan HM Sampoerna kepada Ponpes Anwarul Huda Malang.
Penutupan Program Akademi Santri Digital, Averoes Silaturahmi Multipihak (177911)
zoom-in-whitePerbesar
Silaturahmi multipihak. dok
Ketua Komunitas Averroes, Sutomo menyampaikan bahwa program Akademi Santri Digital memang disiapkan untuk mendorong santri mengembangkan keterampilan dalam menghadapi perkembangan dunia digital.
"Mudah mudahan temen temen santri bisa terus mengembangkan ilmu ini. Semoga kedepan Averroes juga bisa terus bermitra dengan semua pihak untuk menebar manfaat yang semakin luas," tuturnya.
Sedangkan Perwakilan HM Sampoerna, Rusdiono mengatakan bahwa perkembangan dunia digital saat ini menuntut semua pihak untuk terus berkolaborasi. Sehingga tantangan dunia digital bisa dijawab dengan karya inovatif.
ADVERTISEMENT
Menurut Rusdiono, pihaknya memiliki 2 aktivitas program. Yaitu penguatan sumberdaya pesantren dalam dunia digital.
''Kemudian mendukung ketangguhan masyarakat pesantren dalam perkembangan teknologi," pungkasnya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020