News
·
15 September 2021 18:50
·
waktu baca 4 menit

Polres Malang Beri Santunan Bocah dan Ibunya yang Bersepeda 30 Km ke Singosari

Konten ini diproduksi oleh Tugu Malang
Polres Malang Beri Santunan Bocah dan Ibunya yang Bersepeda 30 Km ke Singosari (12418)
searchPerbesar
Aditya Saiful Anam dengan piala di tangan saat menerima kunjungan Kapolsek Kepanjen mewakili Kapolres Malang, Rabu (15/11/2021). foto/Rizal Adhi pratama
MALANG - Cerita bocah Aditya Saiful Anam siswa kelas 6 SD yang berangkat lomba karate bersepeda bersama ibunya, Sulastri, sejauh 30 Km dari Desa Jenggolo ke Singosari, Malang, menggerakkan banyak orang membantu kehidupan keduanya yang hidup dalam kemiskinan.
ADVERTISEMENT
Polres Malang melalui Polsek Kepanjen akhirnya memberikan santunan berupa sembako dan berencana membedah rumah Ibu Sulastri yang sehari-hari bekerja sebagai pemulung ini.
"Amanah Bapak Kapolres untuk menyampaikan sedikit bantuan sembako untuk kehidupan sehari-hari ibu Sulastri yang mana kita tahu beliau sehari-hari bekerja sebagai pemulung," terang Kapolsek Kepanjen, AKP Sri Widyaningsih, mewakili Kapolres Malang saat turun langsung ke rumah Ibu Sulastri pada Rabu (15/09).
Widya juga mengatakan pihaknya tengah berusaha menyegerakan untuk merenovasi rumah Ibu Sulastri dan Saiful.
"Kita ketahui bersama bahwa kondisi rumahnya seperti itu, maka saya selaku Kapolsek Kepanjen bekerja sama dengan Kepala Desa maupun Muspika akan mengajukan bedah rumah bersama BAZNAS. Saya juga tadi berkoordinasi dengan Kabag Kesra untuk disegerakan (bedah rumah) karena sudah tidak layak huni," tegasnya.
Polres Malang Beri Santunan Bocah dan Ibunya yang Bersepeda 30 Km ke Singosari (12419)
searchPerbesar
Kapolsek Kepanjen, AKP Sri Widyaningsih menyerahkan bantuan pada Saiful. foto/Rizal Adhi Pratama.
Lebih lanjut, menurutnya Ibu Sulastri dan Saiful wajib dibantu karena hanya Ibu Sulastri yang bekerja menghidupi keluarganya.
ADVERTISEMENT
"Dia hidup sendiri bersama anaknya, yaitu adik Saiful, sedangkan suaminya sudah meninggal," pungkasnya.
Sebelumnya, viral video di tiktok yang memperlihatkan seorang ibu mengantarkan anaknya mengikuti lomba karate di Singosari dengan mengayuh sepeda sejauh 30 km.
Yang membuat netizen terharu adalah, sang ibu seorang pemulung dan tetap tekun mengantarkan anaknya, meski keduanya harus bersepeda dari Kepanjen ke venue lomba karate di Singosari. Akhirnya Saiful berhasil menyabet juara 1 kata perorangan untuk kelas anak-anak.
Mengajak Sang Ibu Untuk Semangat Bertanding
Polres Malang Beri Santunan Bocah dan Ibunya yang Bersepeda 30 Km ke Singosari (12420)
searchPerbesar
Aditya Saiful Anam menunjukkan salah satu jurus Karate pada para tamunya, di antara sampah berserakan. foto/Rizal Adhi Pratama.
Aditya Saiful Anam bocah kelas 6 SD itu sengaja mengajak ibunya bersepeda dari Desa Jenggolo ke venue lomba di Singosari untuk mengikuti pertandingan karate, ternyata sebagai penyemangat.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Khusus untuk lomba kemarin saya ajak ibu karena jika ada ibu saya lebih semangat buat menang," tuturnya saat ditemui di kediamannya, di Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang pada Rabu (15/09/2021).
Tak sia-sia, Ipul berhasil meraih juara harapan 1 dalam kategori lomba Karate Kata. Ia mengatakan jika ini adalah pertama kali dirinya mendapatkan nomer.
"Saya baru pertama kali ini juara, juga dulu waktu kelas dua (SD) saya pernah ikut lomba di Bali tapi tidak juara," bebernya.
Lebih lanjut, bocah yang bercita-cita menjadi Polisi ini menceritakan jika ia harus berangkat sejak subuh untuk sampai ke venue lomba di Singosari agar tidak terlambat pada hari Minggu (05/09/2021) itu.
Polres Malang Beri Santunan Bocah dan Ibunya yang Bersepeda 30 Km ke Singosari (12421)
searchPerbesar
Bantuan dari berbagai pihak terus mengalir pada Saiful dan ibunya. foto/Rizal Adhi
"Saya berangkat subuh habis salat sama ibu dari Kepanjen ke Kota. Saya sudah biasa berangkat latihan pakai sepeda, jadi gak masalah kemarin," tuturnya.
ADVERTISEMENT
Di tempat yang sama, Sulastri mengatakan pada anaknya jika ia hanya bisa mengantarkan lomba karate dengan sepeda. Namun, menurutnya Ipul tidak masalah dan berangkatlah keduanya dengan sepeda masing-masing.
"Saya bilang ke Ipul saya hanya bisa segini (mengantar dengan sepeda), seperti kemarin ibu hanya bisa ngantar pakai sepeda pancal begitu. Meski begitu anaknya tetep senang dan penurut anaknya, gak neko-neko," ujarnya.
"Katanya dia pingin lihat Stasiun Kota Baru yang barusan dibangun itu, terus mau lihat anak-anak demo depannya Balai Kota Malang. Cuma itu aja dia sudah senang lihat gedung-gedung itu," ungkapnya.
Ia juga menceritakan jika Ipul sudah kehilangan sang ayah sejak ia lahir, jadi ia harus banting tulang menyambung hidup dengan menjadi pemulung. Meski demikian, menurutnya Ipul tidak malu dengan ibunya.
ADVERTISEMENT
"Ayahnya meninggal saat saya melahirkan Ipul, dan sejak kecil memang ingin membanggakan saya sama ayahnya yang tinggal di sana," ucapnya sendu.
"Saya sendiri kerjanya mengumpulkan rongsokan, dan biasanya Ipul itu ikut membantu saya seperti kemarin pas kejuaraan. Kami pulangnya nyari (rongsokan) di gang-gang Kota Malang sampai Kabupaten Malang. Dia pun gak masalah karena dia anaknya berbakti sama orang tua," tandasnya.
Rumah keduanya pun saat ini sudah sangat tidak layak karena hampir ambruk akibat gempa Malang beberapa waktu lalu. Syukurnya berkat video viral keduanya jajaran Polres Malang bersama BAZNAS berencana segera merenovasi rumah Keduanya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020