Pencarian populer

Soal Dugaan Kampanye di UB, Menristekdikti Akan Dipanggil Ulang

Menteri Ristek dan Dikti Mohammad Nasir, saat ditemui di Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, Rabu (20/2). Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan

TUGUMALANG.ID-Pencoblosan di Pemilu 2019 memang sudah akan dilakukan 17 April mendatang, tapi bukan berarti urusan dugaan pelanggaran pemilu sudah selesai. Untuk kasus yang menimpa Menteri Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti) Moh Nasir misalnya, dia akan dipanggil lagi 23 April mendatang.

Panggilan tersebut dilakukan karena pada panggilan pertama yakni pada Jum’at, Nasir absen. Hal tersebut disampaikan Koordinator Divisi Sengketa Bawaslu Kota Malang, Rusmifahrizal Rustam. Pemeriksaan terhadap Nasir, dilakukan di kantor Bawaslu RI, Jalan Thamrin, Jakarta.

Namun, karena M. Nasir ada acara di luar kota, maka dia tidak bisa menghadiri pemeriksaan tersebut.”Melalui sekretaris pribadinya sudah menemui kami, dan menyampaikan sedang ada di luar Jakarta," ucap Rustam.

Melalui sekretaris pribadinya itu, M. Nasir berjanji akan memenuhi panggilan Bawaslu Kota Malang pada 23 April 2019 mendatang, pada pukul 14.00 WIB. Panggilan pun akan kembali menggunakan kantor Bawaslu RI di Jakarta.

Meski pemanggilan dilakukan usai proses Pemilu, menurutnya dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan di Kota Malang itu masih akan terus dilakukan. Karena berdasarkan Peraturan Bawaslu Nomor 7 Tahun 2018 dijelaskan, penanganan pelanggaran dapat dilakukan selama 14 hari kerja setelah sejak diregisternya perkara."Masa kadaluarsa kasus ini pada 29 April 2019. Artinya masih ada waktu untuk menindak," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Menristekdikti diduga melakukan pelanggaran Pemilu saat mengisi kegiatan di Universitas Brawijaya (UB) pada 27 Maret 2019 lalu. Dugaan itu muncul, setelah ada banyak perbincangan oleh mahasiswa di media sosial usai acara tersebut.

Berdasarkan laporan, kuliah tamu yang berlangsung di Gedung Samantha Krida dengan tema Kebijakan kementerian menghadapi Era Revolusi Industri 4.0 itu memuat ajakan memilih calon presiden nomor urut 01. Karena terdapat tagar 2019 pilih Jokowi hingga tagar lanjutkan dua periode.

Dalam kegiatan yang dihadiri kurang lebih empat ribu mahasiswa dan akademisi UB itu, Nasir juga meminta peserta melakukan scanning barcode yang di dalamnya terdapat poster pencapaian Presiden Joko Widodo.

Reporter : Irham Thoriq

Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.35