kumparan
KONTEN PUBLISHER
6 Januari 2020 11:33

Sri Untari: Pujiharjo, Desa Bhineka Tunggal Ika di Malang

desa pujiharjo.jpg
Sri Untari ketika menghadiri perayaan Natal di Desa Pujiharjo, Malang, Minggu (5/1/2020). (Foto: DOkumen)
TUGUMALANG.ID – Kerukunan antar umat beragama di Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang membuat anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Sri Untari mengapresiasi hal tersebut. Ia menyatakan, bahwa Desa Pujiharjo merupakan desa Bhineka Tunggal Ika.
ADVERTISEMENT
Hal tersebut dinyatakan oleh politikus asal PDI Perjuangan tersebut saat menghadiri acara perayaan Natal di desa tersebut Minggu (5/1/2020) kemarin.
“Pujiharjo, desa yang sangat damai tenang, sebuah desa yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan, meski berbeda dalam keyakinan. Ini sungguh suatu pemandangan yang sangat indah, dan harus terus dipertahankan,” tutur perempuan yang digadang-gadang menjadi kandidat calon Bupati Malang pada Pilkada 2020 nanti itu.
Kekompakan warga itu, ditunjukan dalam perayaan Natal tingkat desa yang panitianya berasal dari masyarakat Nasrani dan Muslim. Ini menunjukan jika kebersamaan di Pujiharjo itu nyata adanya.
“Saya meminta seluruh masyarakat merawat kebudayaan yang sudah ada. Dan bersyukur, karena kerukunan Muslim dan Nasrani, membawa kedamaian, dan kemakmuran di desa ini,” imbuhnya.
ADVERTISEMENT
Karena itu, jika dirinya kelak diberi amanah memimpin Kabupaten Malang, dia menjadikan desa ini pilot project desa Bhineka Tungal Ika, yang patut dicontoh oleh daerah lain, di seluruh nusantara.
Menurut Sri Untari, modal dasar membangun sebuah desa adalah kedamaian. Setelah desanya damai, untuk dijadikan desa yang maju sangatlah mudah. Makanya kedamaian itu harus terus di pelihara.
Sementara itu, Hendi Arso Kepala Desa Pujiharjo, menyampaikan bahwa di Pujiharjo, setiap kali ada peringatan keagamaan, semuanya warganya kompak untuk saling membantu.
Saat peringatan Natal kepanitiannya melibatkan orang Muslim, demikian juga saat perayaan Idul Fitri orang-orang Nasrani membantu penuh proses pelaksaan kegiatan orang Islam.
“Di sini warganya saling menghargai, dan saling membantu, perbedaan keyakinan tidak jadi penghalang, dalam membangun Pujiharjo,” ujar Hendi Arso.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan