News8 April 2020 10:53

Sumbangsih SMAN 6 Malang, Bagikan Gratis Hand Sanitizer Buatan Sendiri

Konten Redaksi Tugu Malang
Sumbangsih SMAN 6 Malang, Bagikan Gratis Hand Sanitizer Buatan Sendiri (757291)
Kepala Sekolah SMAN 6 Kota Malang Hari Wahjono, S.pd, M.Pd (tengah) foto bersama dengan para guru dengan menunjukan Hand Sanitizer buatan sekolah. Foto-foto: dok.
MALANG-SMAN 6 Kota Malang benar-benar serius dalam membantu pemerintah dalam memerangi COVID-19. Sejumlah hal mereka lakukan yakni memproduksi hand sanitizer, cairan disinfectant, pembuatan masker dan sabun cair. Selain itu, sekolah yang ada di Jalan Mayjend Sungkono, Kota Malang ini juga rutin melakukan penyemprotan di lingkungan sekolah.
ADVERTISEMENT
Kepala Sekolah SMAN 6 Kota Malang Hari Wahjono, S.pd, M.Pd mengatakan, program ini dibuat karena melihat langka-nya sejumlah alat kesehatan, seperti hand sanitizer.
"Ini yang menggugah SMAN 6 untuk mengambil inisiatif pengadaan hand sanitizer dengan memproduksi sendiri. Tentu saja sesuai dengan standar Organisasi Kesehatan Dunia," ucapnya.
Sumbangsih SMAN 6 Malang, Bagikan Gratis Hand Sanitizer Buatan Sendiri (757292)
Hand Sanitizer buatan SMAN 6 Kota Malang.
Dia melanjutkan, pembuatan tersebut dilakukan secara bergantian oleh guru dipandu dengan petugas laboratorium sekolah.
Apa yang dilakukan SMAN 6 Kota Malang ini juga untuk membantu pemerintah dalam memutus rantai penyebaran virus COVID -19, khususnya di Kota Malang. "Sebenarnya sebagai usaha pencegahan dan memutuskan rantai berkembangnya virus tersebut, khususnya di lingkungan SMAN 6," katanya.
Sumbangsih SMAN 6 Malang, Bagikan Gratis Hand Sanitizer Buatan Sendiri (757293)
Sejumlah guru dan staf sekolah foto bersama Hand Sanitizer buatan mereka.
Tak hanya itu, produksi hand sanitizer di sekolah mengingatkan serta membangkitkan budaya hidup sehat para pendidik, tenaga kependidikan dan peserta didik. Selain itu, sekolah juga rutin mengadakan penyemprotan serta menambah wastafel pencuci tangan.
ADVERTISEMENT
"Kami terus menghimbau untuk selalu membersihkan tangan agar terhindar dari risiko paparan VIRUS COVID-19," bebernya.
Sumbangsih SMAN 6 Malang, Bagikan Gratis Hand Sanitizer Buatan Sendiri (757294)
Kepala Sekolah SMAN 6 Kota Malang Hari Wahjono, S.pd, M.Pd memastikan fasilitas di sekolah yang menunjang kesehatan bisa digunakan secara maksimal.
Selain itu pembuatan disinfektan juga digunakan untuk mencegah terjadinya pencemaran jasad renik. Menghilangkan dan membunuh segala hal terkait mikroorganisme virus ataupun bakteri pada permukaan benda mati.
"Ya, selain itu sekolah juga telah menerapkan social distancing, dan menjalankan sesuai dengan protokol kesehatan," jelasnya.
Sumbangsih SMAN 6 Malang, Bagikan Gratis Hand Sanitizer Buatan Sendiri (757295)
Petugas menyemprotkan disinfektan di area SMAN 6 Kota Malang.
Dalam memproduksi berbagai macam komponen kesehatan tersebut, pihak sekolah tidak berencana untuk dijual secara komersil. Namun, hanya dibagikan di lingkungan sekolah, instansi pemerintahan dan masyarakat yang membutuhkan.
"Ini semua kami gunakan sendiri yang paling utama warga SMAN 6. Program selanjutnya untuk disumbangkan ke kantor cabang dinas pendidikan wilayah Kota Malang dan Kota Batu. Selanjutnya kita distribusikan ke masyarakat yang membutuhkan," imbuhnya.
ADVERTISEMENT
Sumbangsih SMAN 6 Malang, Bagikan Gratis Hand Sanitizer Buatan Sendiri (757296)
Petugas menyemprotkan disinfektan di area SMAN 6 Kota Malang.
Sementara itu, Humas SMAN 6 Kota Malang Dra. Sarmi, M.Pd mengatakan, pengadaan tersebut dilakukan untuk menjaga keselamatan dan kesehatan dari wabah virus, memutus rantai perkembangbiakan virus serta mendukung program pemerintah dalam memberantas dan bersatu melawan VIRUS COVID -19.
Sampai saat ini sekolah masih terus memproduksi sesuai dengan kebutuhan. Sekolah juga menyediakan wastafel pencuci tangan di setiap pintu masuk sekolah, menyediakan sabun ataupun hand sanitizer dan masker yang semua itu diproduksi oleh sekolah.
"Kami tidak memproduksi setiap hari, karena laboratorium tidak selalu buka disesuaikan dengan jadwal piket. Untuk saat ini belum sampai menyalurkan ke peserta didik. Sementara untuk memenuhi yang datang ke sekolah bapak/ibu guru yang piket atau petugas dari sekolah," pungkasnya.(ads)
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan
Tim Editor
drop-down
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white