kumparan
19 Jun 2019 17:54 WIB

Tokoh Daerah Diharapkan Daftar Calon Pemimpin KPK

Ilustrasi gedung KPK. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan
TUGUMALANG.ID- Tim Panitia Seleksi (Pansel) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang menjaring tokoh daerah untuk mengikuti seleksi menjadi komisioner KPK periode 2019-2023. Anggota Pansel KPK, Hendardi, berharap ada tokoh-tokoh dari daerah yang berintegritas untuk mengisi jabatan tersebut.
ADVERTISEMENT
"Ini juga dilakukan agar pihak-pihak yang berminat dan memang berkompeten untuk untuk maju sebagai ketua KPK. Seperti yang saya jelaskan bahwa isu pencegahan adalah isu yang penting dalam KPK ke depan," kata Hendardi saat diskusi yang digelar di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, Rabu (19/5).
"Oleh karena itu, kami harap hal itu menjadi perhatian calon ke depannya," sambungnya.
Diskusi publik di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya yang menghadirkan anggota Pansel KPK, Hendradi.(Foto: dokumen)
Dalam diskusi yang digelar KPK bersama Transparency International Indonesia (TII) dan Malang Corruption Watch (MCW) itu Hendardi mengatakan salah satu upaya KPK menjaring calon pimpinan dilakukan dengan sosialisasi ke daerah-daerah.
"Saya kira apa yang bisa kita harapkan bahwa dengan sosialisasi ke daerah ini ada potensi atau tokoh dari daerah yang mau mendaftarkan diri karena prinsipnya kami menjemput bola untuk memperoleh orang-orang yang terbaik," imbuh Hendardi.
ADVERTISEMENT
Hendardi menjelaskan sudah ada 11 orang yang mendaftar sebagai calon pimpinan KPK sejak dibuka pada Senin (17/6). Namun dia mengaku belum tahu nama-nama kesebelas calon tersebut.
"Nama-nama orang itu saya sendiri juga belum tahu. Saya hanya dapat laporan bahwa ada 11 orang yang sudah mendaftar," ucap Hendardi.
Sementara itu, Dewan Pengurus MCW, Lutfi J. Kurniawan, berpendapat bahwa KPK sebaiknya lebih bekerja keras untuk memperbaiki sistem untuk mencegah korupsi.
"KPK seharusnya tidak hanya memaksimalkan penindakan apalagi kasus-kasus kecil, KPK Seharusnya juga harus maksimal dalam hal perbaikan sistem serta pencegahan korupsi," ujar Lutfi.
Reporter: Gigih Mazda Editor : Irham Thoriq
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan