Wali Kota Sutiaji Minta Tetap Kuatkan Pemulihan Ekonomi Meski Target RPJMD Turun

Konten Media Partner
19 Mei 2021 20:03 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Wali Kota Malang, Sutiaji, di raker Forum Lintas Perangkat Daerah Perubahan Renstra. dok Kominfo
zoom-in-whitePerbesar
Wali Kota Malang, Sutiaji, di raker Forum Lintas Perangkat Daerah Perubahan Renstra. dok Kominfo
ADVERTISEMENT
MALANG – Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Malang yang tengah dalam proses perubahan, menjadikan Renstra Perangkat Daerah harus ikut menyesuaikan. Pasalnya, adanya pandemi Covid-19 menjadikan perlunya perubahan RPJMD tersebut dilakukan.
ADVERTISEMENT
Hal tersebut disampaikan Walikota Malang, Drs. H. Sutiaji saat memberikan arahan dalam kegiatan Forum Lintas Perangkat Daerah Perubahan Renstra (Rencana Strategis) Tahun 2018-2023 di Ijen Suites Hotel and Convention, Rabu (19/5/2021).
Wali Kota Sutiaji bersama para Kepala Dinas di lingkungan Pemkot Malang. dok kominfo
“Banyak kota kabupaten di Jawa Timur ini mengalami perubahan semua, karena RPJMD yang dulu 2018-2023, sekarang di tengah jalan ada masalah pandemi ini. Jadi capaian-capaiannya, indikator-indikatornya itu ada perubahan. Targetnya tentu juga ikut turun. Maka ketika RPJMD-nya berubah, Renstra nya-berubah,” ujar orang nomor satu di Kota Malang itu.
Dalam kegiatan yang digelar oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang tersebut, turut hadir Wakil Walikota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, Wakil Ketua I DPRD Kota Malang, Abdurrochman, Pj Sekretaris Daerah, Hadi Santoso, serta seluruh Kepala Perangkat Daerah hingga Lurah di lingkungan Pemkot Malang.
ADVERTISEMENT
Selanjutnya, Sutiaji mengungkapkan bahwa perubahan RPJMD Kota Malang tahun 2018-2023 terbatas pada perubahan target indikator kinerja tujuan dan sasaran yang mengalami penurunan.
“Tadi ada enam indikator, yaitu Indeks Pembagunan Manusia, Indeks Pendidikan, Indeks Kesehatan, Pertumbuhan Ekonomi, Gini Rasio, serta Angka Kemiskinan,” papar Sutiaji.
Sutiaji menjelaskan IPM yang semula pada 2021 ditargetkan sebesar 83,00 saat ini targetnya turun menjadi 81,705. Kemudian Indeks Pendidikan tahun 2021 yang sebelumnya ditargetkan sebesar 0,82 berubah menjadi 0,77. Sedangkan pertumbuhan ekonomi pada awalnya dicanangkan mencapai 5,85% di tahun 2021, turun menjadi 5,806%. Walikota Sutiaji juga memaparkan di tahun berikutnya, 2022 dan 2023, juga terjadi penurunan target dari yang telah ditetapkan semula.
Para peserta Forum Lintas Perangkat Daerah Perubahan Renstra (Rencana Strategis).
Kendati terjadi penurunan target yang diakibatkan Pandemi COVID-19, Sutiaji tetap meminta kepada seluruh OPD untuk terus melakukan inovasi yang berdampak langsung kepada masyarakat. Ia juga menyampaikan perlunya konsistensi pemerintah dalam melakukan percepatan pemulihan ekonomi sehingga mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah.
ADVERTISEMENT
“Saat ini kan sudah masuk dalam recovery ekonomi semua. Jadi kegiatan-kegiatannya banyak mengarah ke sana,” pungkas Sutiaji.
Seluruh kota dan kabupaten di Indonesia, imbuhnya, sedang berjibaku dengan peningkatan ekonomi di tingkat daerah. Pertumbuhan ekonomi secara nasional tentu adalah akumulasi dari pertumbuhan ekonomi daerah. Ini harus dikuatkan.
Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Malang, Dwi Rahayu, mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan saran dan masukan agar isi dokumen Renstra Perangkat Daerah pada tahun 2018-2023 semakin baik, lengkap, dan menjadi perwujudan dari kerja serta kinerja perangkat daerah.
“Penyusunan dokumen Renstra perangkat daerah adalah suatu kesatuan dalam proses penyusunan RPJMD. Oleh karena itu, keselarasan antara rancangan Renstra perangkat daerah dengan rancangan perubahan RPJMD Kota Malang harus tetap terjaga,” imbuh Dwi.
ADVERTISEMENT