kumparan
KONTEN PUBLISHER
23 Desember 2019 11:44

Wushu Kota Malang Raih Peringkat Dua di Kapolda Bali Cup

wushu kota malang-wi kota malang.jpg
Peringkat 1 dan 2 Dui Lian Puteri yang disabet sekaligus oleh sasana wushu asal Kota Malang, Lima Benua Wushu Indonesia pada ajang Kapolda Bali Wushu Cup 19-22 Desember. (Foto: Wushu Indonesia Kota Malang)
TUGUMALANG.ID – Sasana wushu asal Kota Malang, Lima Benua Wushu Indonesia menorehkan prestasi mentereng pada Wushu Championship Kapolda Bali Cup 2019 yang digelar di Denpasar, Bali, 19-22 Desember kemarin. Mereka meraih peringkat dua tingkat nasional dari total 39 sasana yang mengikuti ajang tersebut.
ADVERTISEMENT
Pada ajang tersebut, Lima Benua meraup total sebanyak 33 medali dengan rincian 17 medali emas, 12 medali perak, dan 4 medali perunggu. Sedangkan pada peringkat pertama diraih oleh sasana wushu asal Kota Surabaya, Yasanis dengan 40 medali medali emas, 47 medali perak, dan 36 medali perunggu.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Wushu Indonesia (WI) Kota Malang, Ninik Trisnowati menyampaikan rasa syukur atas prestasi yang telah diraih oleh para atlet dan sasana asal Kota Malang.
“Memang altet telah bekerja keras. Namun tanpa dukungan orang tua dan semua pihak yang turut mengerahkan segala tenaga dan pikiran, kami tidak akan mungkin mencapai prestasi yang bagi kami melebihi dari harapan kami,” terang perempuan yang akrab disapa Ninik tersebut.
ADVERTISEMENT
Ia menjelaskan, bahwa Kota Malang pada ajang Kapolda Bali Wushu Cup 2019 tersebut mengikutsertakan dua sasanya, yakni Lima Benua Wushu Indonesia yang menempati peringkat dua, dan Wushu Cakra Buana Malang yang menempati peringkat ke-10.
Meski demikian, pihaknya bersyukur atas semua capaian tersebut. Sebab, menurutnya yang terpenting adalah untuk jam terbang para atlet agar mereka bisa menambah pengalaman.
“Ini sudah melebihi harapan kami yang hanya membawa anak-anak kami untuk menambah pengalaman bertanding dan melatih mental mereka,” tutup Ninik.
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan