• 7

7 Kutipan Emas Gus Dur di 7 Tahun Wafatnya

7 Kutipan Emas Gus Dur di 7 Tahun Wafatnya



Gus Dur

Gus Dur, presiden RI ke--4. (Foto: Paula Bronstein/Getty Images)
Abdurrahman Wahid yang lebih dikenal dengan sebutan Gus Dur, bukan orang biasa. Dengan seabrek sisi kontroversialnya, almarhum ialah figur yang luar biasa.
Malam ini, Jumat (23/12), kerabat, sahabat, dan masyarakat menggelar peringatan 7 tahun wafatnya Gus Dur di kediaman keluarga almarhum, Ciganjur Jakarta Selatan, dengan tema “Ngaji Gus Dur: Menebar Damai, Menuai Rahmat.”
Terlepas dari pandangan masing-masing individu terhadap Gus Dur yang mungkin berbeda, Presiden Republik Indonesia keempat itu kerap memperlihatkan kejeniusannya justru melalui ucapan-ucapannya yang humoris namun cerdas dan lugas.
Berikut 7 kutipan Gus Dur seperti dihimpun oleh kumparan dari berbagai sumber.

Tidak penting apapun agama atau sukumu, kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak pernah tanya apa agamamu.

- Saat didemo oleh Laskar Jihad


Tuhan tidak perlu dibela. Dia sudah maha segalanya. Belalah mereka yang diperlakukan tidak adil.

- Merujuk pada minoritas tertindas


Sebagai seorang muslim, saya harus yakin bahwa Islam adalah yang paling benar. Saya tidak mungkin menganggap agama orang lain sama-sama benarnya seperti agama saya. Bagaimana mungkin saya menganggap mereka bisa masuk surga seperti saya, la wong mereka menganggap kita-kita ini adalah kaum sesat yang harus diselamatkan.

- Guyon satire


Dari sudut akidah, hak orang Islam memang lebih tinggi dari penganut agama lain. Tapi Indonesia bukan negara Islam.

- Menegaskan persatuan bangsa


Kalau anda tidak ingin dibatasi, jangan membatasi. Kita sendirilah yang tahu batas masing-masing.

- Soal hak asasi manusia


Tidak ada jabatan di dunia ini yang perlu diperjuangkan mati-matian.

- -Saat diturunkan dari jabatan presiden


Marilah kita bangun bangsa dan kita hindarkan pertikaian yang sering terjadi dalam sejarah. Inilah esensi tugas kesejahteraan kita yang tidak boleh kita lupakan.

- Menegaskan pentingnya persatuan bangsa

Selain 7 kutipan emas tersebut, Gus Dur membuka dialog bersahabat dengan masyarakat Papua. Ia mengizinkan nama Irian kembali menjadi Papua, memperbolehkan bendera Bintang Kejora dikibarkan asal tidak lebih tinggi dan lebih besar ukurannya dari bendera Merah Putih.

Gus Dur

Di dalam Griya Gusdur (Foto: Muhammad Abdurrasyid/kumparan)
Gus Dur yang dikenal sebagai pembela kaum minoritas juga mengakui Konghucu sebagai agama resmi di Indonesia, dan menjadikan Hari Raya Imlek sebagai Hari Besar Nasional.
Selain itu, pada masa pemerintahannya, dibentuk Departemen Eksplorasi Laut yang merupakan cikal-bakal Kementerian Kelautan dan Perikanan.

NewsNasionalGus Dur

500

Baca Lainnya