Akbar Bilhaq, Maba UAD Bagikan Tips Menghafal Al-Qur’an

NEWS UAD
Informasi terkini Universitas Ahmad Dahlan
Konten dari Pengguna
20 September 2023 10:48 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari NEWS UAD tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Akbar Bilhaq, hafiz Qur’an dan mahasiswa baru Prodi Teknologi Otomotif Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Dok. Isah)
zoom-in-whitePerbesar
Akbar Bilhaq, hafiz Qur’an dan mahasiswa baru Prodi Teknologi Otomotif Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Dok. Isah)
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Akbar Bilhaq, mahasiswa asal Brebes, Jawa Tengah, menjadi satu dari sekian banyak mahasiswa yang berhasil lolos di Program Studi (Prodi) Teknologi Otomotif Universitas Ahmad Dahlan (UAD) lewat jalur tahfiz. Ia berasal dari Pondok Pesantren Mahad Al Atsar Yogyakarta Quranic and Arabic. Semangatnya untuk berkuliah sangat tinggi sampai akhirnya ia mampu menghafal 15 juz Al-Qur’an dengan lancar. Menurut Akbar, saat diwawancarai pada 12 September 2023, terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memudahkan proses menghafal Al-Qur’an.
ADVERTISEMENT
Memiliki antusiasme yang tinggi (niat karena Allah Swt.)
Niat merupakan modal utama yang diperlukan sebelum memulai suatu hal, termasuk menghafal Al-Qur’an. “Banyak orang yang memiliki keinginan menghafal, tetapi bukan ikhlas karena Allah Swt. sehingga menjadi sia-sia. Lebih baik menghafal sedikit-sedikit tetapi ikhlas lillahi ta’ala agar menjadi pahala,” ungkap Akbar.
Menjauh dari keramaian dan tidak memiliki kesibukan yang lain
Dalam mencapai suatu target, tentu tak terlepas dari berbagai gangguan, salah satunya adalah keramaian dan kesibukan duniawi. Akbar menyampaikan bahwa 2 hal tersebut menjadi faktor utama yang membuat para hafiz/ah kurang mutqin atau kuat dalam menghafal Al-Qur’an. “Di saat keramaian biasanya fokus dalam menghafal Al-Qur’an akan terbagi. Luangkanlah waktu untuk kebaikan dengan menjauh dari keramaian, bukan menunggu waktu luang dari kesibukan.”
ADVERTISEMENT
Menggunakan teori buka tutup
“Sebelum kita menghafal, kita harus tahu waqaf dan washal sesuai tajwid terlebih dahulu. Mulailah menghafal dari waqaf per waqaf. Jika napas kita tidak sampai, maka bisa di-waqaf-kan dengan waqaf idhtitori,” kata Akbar.
Ia melanjutkan, “Baca dan hafalkan satu ayat sesuai waqaf pertama hingga beberapa kali. Jika sudah yakin, maka tutuplah mushafnya dan baca tanpa melihat. Namun, jika belum hafal maka buka mushaf kembali. Kumpulkan satu ayat dari beberapa waqaf, begitu seterusnya sampai 1 atau setengah halaman sesuai kemampuan.”
Di sesi akhir wawancara Akbar berpesan, “Ketika kita sudah menghafal firman-firman Allah Swt., maka amalkanlah. Jangan mengkufuri atau melupakannya, karena hafalan Al-Qur’an itu lebih cepat hilang daripada unta yang diikat.” (ish)
ADVERTISEMENT