Antisipasi Harga Cabai Jeblok, Tim LLC FH UAD Dorong Pembuatan Sambal Garong

Informasi terkini Universitas Ahmad Dahlan
Konten dari Pengguna
5 Februari 2023 20:30
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari NEWS UAD tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Tim Lantern Law Community (LLC) Fakultas Hukum (FH) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Tim Lantern Law Community (LLC) Fakultas Hukum (FH) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Istimewa)
Tim Lantern Law Community (LLC) Fakultas Hukum (FH) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang tergabung dalam Program Penguatan Kapasitas (PPK) Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) mengadakan pelatihan entrepreneur bagi warga Desa Garongan, Panjatan, Kulon Progo (29-01-2023). Bertempat di Rumah Literasi Nasyiah Desa Garongan, kegiatan tersebut mengusung tema “Pemberdayaan Perempuan dengan Pelatihan Entrepreneur Produk Sambal Garong”.
Pelatihan ini merupakan bentuk upaya untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) Desa Garongan di bidang entrepreneur melalui produk sambal kemasan. Muhammad Yusril Ismail selaku Ketua PPK Ormawa UAD menyampaikan bahwa tujuan diadakannya pelatihan adalah untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dan membuat sambal garong menjadi salah satu produk unggulan desa.
“Melalui pelatihan ini juga diharapkan dapat menyelesaikan masalah turunnya harga cabai yang sering dialami oleh para petani setempat,” terang Yusril. Ia menambahkan bahwa produk itu dapat menjadi sebuah peluang usaha bagi masyarakat Garongan. Terlebih karena letak desa yang strategis dan dekat dengan Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) membuat potensi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) terbuka lebar.
Mayoritas peserta pelatihan adalah ibu-ibu, mereka sangat antusias mengikuti jalannya kegiatan. Tim UAD didampingi oleh Dini Noor Agustan, S.Si. (pegiat usaha sambal kemasan) yang bertindak sebagai pelatih. Dini menyampaikan langkah-langkah memasak sambal mulai dari proses awal penyiapan bahan hingga akhirnya sambal matang dan bisa dikemas. Di bawah bimbingannya, para peserta langsung mempraktikkan pembuatan sambal tersebut.
Ngadiman, Kepala Desa Garongan, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan yang diselenggarakan oleh tim UAD tersebut. Menurutnya, sudah seharusnya masyarakat juga mengetahui cara pengolahan cabai dan menjadikannya produk yang memiliki nilai ekonomis, tidak hanya sekadar menanam saja. “Semoga ke depannya ilmu yang didapat bisa terus dipraktikkan. Besar harapan kami untuk dapat membangun UMKM mandiri di Desa Garongan,” pungkas Ngadiman. (tsa/erl)