News
·
22 Juli 2021 8:38
·
waktu baca 2 menit

Kisah Inspiratif Suhendra Belajar dan Bekerja di Jerman

Konten ini diproduksi oleh NEWS UAD
Kisah Inspiratif Suhendra Belajar dan Bekerja di Jerman (631795)
searchPerbesar
Talkshow kisah inspiratif dosen UAD Dr. Ing. Suhendra, lulusan S3 dari Jerman yang disiarkan langsung di kanal YouTube PMB UAD (Foto: Chika)
Dr. Ing. Suhendra dosen Program Studi (Prodi) Teknik Kimia Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berbagi kisah inspiratifnya saat belajar dan bekerja di Jerman pada Talkshow Dosen Inspiratif yang disiarkan langsung di kanal YouTube PMB UAD (25-06-2021).
ADVERTISEMENT
Suhendra membagikan pengalaman menuntut ilmu dan bekerja di Jerman selama sepuluh tahun. Berawal dari keinginannya untuk melanjutkan studi Strata 2 (S2) dan memperoleh beasiswa hingga S3 di Jerman.
“Masa muda menjadi masa yang tidak akan pernah terulang. Maka manfaatkanlah sebaik mungkin dengan perbanyak ilmu, pengalaman, dan kerja mimpi hingga ke luar negeri,” tuturnya.
Menurutnya setiap peluang dapat ditangkap bagi orang-orang yang sudah siap. Persiapan diri menjadi penting untuk menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Beasiswa yang ia peroleh didapat sebagai peluang besar dalam mengembangkan potensi diri.
Perbedaan budaya, bahasa, sosial, dan iklim tentu membuatnya perlu melakukan adaptasi. Jerman sebagai negara industri sekaligus negara maju memberikan kesan tersendiri agar mampu menjadi manusia yang mandiri. Perkembangan teknologi sangat pesat dengan hadirnya berbagai pusat penelitian dan industri di dunia.
ADVERTISEMENT
“Jika kamu cinta pada kampung halaman, maka merantaulah. Tinggalkan kampungmu agar kamu menjadi orang yang berani bertarung di luar sana. Merantau akan menjadikan kita terasah dan teruji dengan kualitas dan kompetensi diri. Merantaulah untuk membuktikan bahwa diri sendiri pantas bersaing dengan orang lain serta membuktikan bahwa anak kampung dapat sukses di luar sana,” jelas Suhendra saat memberikan motivasi bagi calon mahasiswa UAD.
Pengalamannya di Jerman membuktikan bahwa dengan merantau dapat menggapai impian dan meraih gelar. “Alhamdulillah selesai kuliah doktoral, saya diterima sebagai ilmuwan pertama Indonesia yang bekerja di lembaga riset di bawah Kementerian Pendidikan Jerman.” (Chk)