Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.98.2
Konten dari Pengguna
Mahasiswa KKN UAD Edukasi Remaja tentang Kesehatan Reproduksi dan Anemia
27 Februari 2025 9:42 WIB
·
waktu baca 2 menitTulisan dari NEWS UAD tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
“Jika seorang remaja putri mengalami anemia dan kemudian hamil, maka akan berisiko melahirkan bayi dengan tubuh pendek (stunting) atau berat badan lahir rendah (BBLR),” ungkap Sulistyawati, S.Si., M.P.H, Ph.D.
ADVERTISEMENT
Itulah yang disampaikan oleh dosen pembimbing lapangan (DPL) yang membersamai mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Unit XII.B.2. Tim tersebut mengadakan kegiatan edukasi kesehatan reproduksi dan pencegahan anemia bagi remaja di Padukuhan Karang, Kelurahan Ngalang, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, pada Rabu 5 Februari 2025. Acara ini dihadiri 35 remaja putra dan putri dengan tujuan meningkatkan pengetahuan mereka tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan mencegah anemia.
Kegiatan ini digelar di Rumah Pintar, dengan narasumber Sulistyawati. Para mahasiswa juga menggunakan media poster dan presentasi PowerPoint untuk menyampaikan materi seputar cara menjaga kesehatan reproduksi dan mencegah anemia. Sebelumnya, dilakukan pemeriksaan kesehatan berupa pengukuran tinggi badan, berat badan, dan tekanan darah pada peserta.
ADVERTISEMENT
Materi yang diberikan mencakup masalah kesehatan reproduksi, penyebab dan pencegahan penyakit seksual, serta informasi tentang penyebab, jenis, dan pencegahan anemia. Selain itu, remaja putri juga diberikan tablet tambah darah sebagai upaya mencegah anemia.
Ketua Unit KKN, Muhammad Nur Ramadhan, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini meningkatkan kesadaran remaja untuk menghindari perilaku seksual berisiko dan memahami pentingnya pencegahan anemia.
Para peserta menunjukkan antusiasme dengan aktif bertanya dalam sesi diskusi. Mereka menggali informasi tentang cara mencegah penyakit seksual dan anemia serta cara menyikapi situasi jika mengalami masalah tersebut.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi remaja, terutama remaja putri, dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan mencegah anemia demi membentuk generasi muda yang sehat dan produktif. (Umi/din)
ADVERTISEMENT