News
·
15 Oktober 2021 10:33
·
waktu baca 3 menit

Mahasiswa UAD Pelopori Rumah Baca Teras Perbatasan di Kalimantan Utara

Konten ini diproduksi oleh NEWS UAD
Mahasiswa UAD Pelopori Rumah Baca Teras Perbatasan di Kalimantan Utara (126719)
searchPerbesar
Kelas Mengajar dan Inspirasi Komunitas Rumah Baca Teras Perbatasan (Foto: Istimewa)
Fatimah, mahasiswi Program Studi Sastra Indonesia (Sasindo) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berhasil mendirikan Rumah Baca Teras Perbatasan (RBTP) di tempat tinggalnya yang berlokasi di Desa Aji Kuning, Kecamatan Sebatik Tengah, Kalimantan Utara. Rumah baca ini berhasil didirikan pada 18 Maret 2018, dipelopori oleh para pemuda Sebatik termasuk Fatimah yang merasa prihatin terhadap kondisi literasi dan juga pendidikan, terutama di daerah perbatasan. Wilayahnya memang menjadi salah satu daerah yang masuk dalam kategori 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).
ADVERTISEMENT
Fatimah menceritakan bahwa, keinginannya mendirikan rumah baca ini semenjak masih duduk di bangku Sekolah Menengah Akhir (SMA), hingga akhirnya ia berkuliah di Jogja dan bertemu beberapa komunitas literasi dan rumah baca di Jogja.
“Waktu itu aku mendapat buku dari salah seorang di Sedayu, aku baca dan pelajari tentang rumah baca. Sempat juga bertemu founder Cakruk Pintar, sebuah rumah baca yang berada di Sleman,” tutur Fatimah selaku ketua RTBP, Selasa (12-10-2021).
Dari ilmu dan pengalaman yang didapat, akhirnya dia memutuskan untuk bertemu kakak kelas SMA-nya yang waktu itu berada di Jogja. Fatimah menceritakan keinginannya, dan tak disangka orang yang dia temui memiliki keinginan yang sama. Singkat cerita, karena Fatimah masih berada di Jogja, dia memutuskan untuk menghubungi salah satu guru SMA di Sebatik yang juga ingin mengembangkan literasi. Keinginannya pun disambut hangat, bahkan tempat tinggal guru tersebut bersedia dijadikan rumah baca, hingga saat ini.
Mahasiswa UAD Pelopori Rumah Baca Teras Perbatasan di Kalimantan Utara (126720)
searchPerbesar
Kegiatan Selasar Rumah Teras Perbatasan (Foto: Istimewa)
RBTP berkomitmen untuk terus berkembang memberikan manfaat untuk masyarakat Sebatik melalui beberapa program kegiatan yakni Serumba (Selasar Rumah Baca), Peringatan Hari Besar, Rumba Tarsan Berbagi, Kelas Belajar, Kolabor(aksi), Kompetisi Literasi 1 dan 2, dan Kelas Inspirasi.
ADVERTISEMENT
“Kami sering berkolaborasi dengan beberapa komunitas, seperti Indonesia Mengajar dan karang taruna. Untuk membantu anak-anak belajar di masa pandemic, kami membuka Kelas Belajar dan Kelas Inspirasi,” jelas Fatimah ketika diwawancara melalui WhatsApp.
Dengan slogan “Membudayakan Literasi untuk Kemajuan Bangsa” Fatimah mengaku, keberadaan RBTP mendapat respons baik dari masyarakat, khususnya bagi yang paham literasi merasa bersyukur dengan adanya gerakan literasi ini.
“Kalau ada kegiatan di desa sampai di kecamatan, rumah baca selalu diajak berkolaborasi, termasuk kompetisi pertama kami berkolaborasi dengan kantor Camat Sebatik,” ungkap mahasiswi yang sampai saat ini masih aktif di Himpunan Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia (HMPrisai) itu.
Fatimah menuturkan walaupun RBTP belum memiliki tempat tetap dan setiap kegiatan masih mengandalkan iuran dari para pengurus serta pembina, tak menurunkan semangat, “Kami berharap dengan adanya RBTP ini bisa memberi warna baru melalui buku pada generasi muda perbatasan dan tambahan pengetahuan di lingkungan masyarakat desa kami yang masih banyak membutuhkan pembinaan di segala bidang,” tutupnya. (hmd)
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020