Edukasi Rem Angin, Langkah Kecil Cegah Kecelakaan Besar

MAHASISWA POLITEKNIK KESELAMATAN TRANSPORTASI JALAN
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari uranabduljabbar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sistem rem angin merupakan salah satu komponen keselamatan utama pada kendaraan berat seperti truk dan bus. Kerusakan atau kelalaian dalam perawatan rem angin dapat menyebabkan kegagalan pengereman, terutama saat melintasi jalan menurun atau tikungan tajam. Oleh karena itu, edukasi mengenai penggunaan, pemeliharaan, dan cara kerja rem angin sangat penting untuk mencegah kecelakaan fatal di jalan raya.
Sosialisasi dan edukasi terhadap sopir truk yang menggunakan sistem rem angin sangat diperlukan, pada kesempatan kali ini mahasiswa politeknik keselamatan transportasi jalan melakukan sosialiasi di masing masing daerah dengan cara menempelkan stiker di tangki angin dan memutarkan vidio kampanye untuk di tonton oleh sopir truk. Di sini saya akan menjelaskan mengenai pemeliharaan dari rem angin.
1. Pemeriksaan Harian Sebelum Operasi
Setiap sebelum truk dijalankan pengemudi wajib melakukan pengecekan awal untuk memastikan kondisi sistem rem dalam keadaan layak. Periksa tekanan udara pada sistem apakah berada di kisaran normal antara 100 hingga 120 psi. Dengarkan apakah ada suara mendesis yang menandakan kebocoran udara. Pastikan indikator tekanan atau peringatan rem tidak menyala di panel instrumen. Uji rem dengan cara menekan pedal untuk memastikan respon pengereman dalam kondisi normal
2. Pengurasan Tangki Udara
Tangki udara berfungsi menyimpan udara bertekanan yang digunakan dalam sistem rem namun seiring waktu akan terjadi pengendapan air dan oli di dalam tangki. Tangki udara harus dikuras secara manual minimal satu kali sehari terutama saat pagi hari sebelum kendaraan beroperasi. Jika kendaraan menggunakan sistem auto drain valve pastikan kondisinya masih berfungsi dengan baik
3. Pemeriksaan Komponen Utama
Lakukan pemeriksaan mingguan atau setiap servis ringan terhadap komponen-komponen berikut ini. Selang udara periksa apakah ada retak atau bocor pada permukaan karet dan sambungan. Brake chamber pastikan tidak terjadi deformasi dan tidak ada suara bocor Slack adjuster pastikan tidak longgar dan celah bebas sesuai spesifikasi sekitar 3/8 inci.Kampas rem atau brake lining periksa ketebalannya dan ganti jika sudah aus. Pastikan rem kanan dan kiri tidak bekerja secara tidak seimbang
4. Pelumasan dan Penyetelan Rem
Komponen seperti slack adjuster perlu dilumasi menggunakan grease secara berkala agar tidak macet. Jika menggunakan sistem rem manual lakukan penyetelan ulang untuk menyesuaikan celah bebas antara kampas dan drum. Untuk sistem rem otomatis periksa apakah slack adjuster bekerja dengan menyesuaikan celah saat pengereman
uran abdul jabbar mahasiswa politeknik keselamatan transportasi jalan
