1,2 Juta Hektare Lahan Gambut di Sumsel Dibasahi dengan TMC

Konten Media Partner
27 Mei 2022 18:18
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi lahan gambut. (foto: W Pratama/Urban Id)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi lahan gambut. (foto: W Pratama/Urban Id)
ADVERTISEMENT
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel terus berupaya melakukan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Salah satu caranya dengan melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).
ADVERTISEMENT
Kepala BPBD Sumsel, Iriansyah, mengatakan dalam 2 hari terakhir tidak ada titik panas atau hotspot di wilayah Sumsel. Hal itu karena ada bantuan dari pemerintah pusat untuk melakukan TMC sebagai upaya mencegah Karhutla.
"TMC sendiri dilakukan berkat bantuan KLHK dan BRIN menggunakan pesawat milik TNI untuk membasahi sekitar 1,2 juta hektare lahat gambut di Sumsel," katanya, Jumat (27/5).
Kepala BPBD Sumsel, Iriansyah bersama Kepala BMKG Sumsel, Desindra Deddy Kurniawan. (Abdul Toriq/Urban Id)
zoom-in-whitePerbesar
Kepala BPBD Sumsel, Iriansyah bersama Kepala BMKG Sumsel, Desindra Deddy Kurniawan. (Abdul Toriq/Urban Id)
Iriansyah bilang, pelaksanaan TMC telah dimulai sejak 24 Mei 2022 dan akan terus berlangsung hingga 15 hari ke depan. Adapun caranya yakni dengan menyemai 800 kg garam (NaCl) di langit Jambi dan Sumsel.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Mengingat awan potensi hujan masih banyak sehingga diharapkan dengan adanya TMC lahan-lahan yang tadinya kering sudah bisa basah terutama gambut di daerah OKI, Ogan Ilir, Muba, Banyuasin, Pali, dan Muara Enim," katanya.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, Kepala Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sumsel, Desindra Deddy Kurniawan, adapun fenomena kabut yang terjadi di sejumlah wilayah Sumsel saat pagi hari beberapa hari terakhir bukan berasal dari Karhutla.
"Kabut yang muncul di pagi hari itu biasa disebut fog atau partikel basah. Di masa transisi di musim kemarau hal itu bisa terjadi, dan tidak menganggu pernapasan," katanya.
Indra mengatakan munculnya kabut fog itu lantaran adanya afeksi masa udara yang hangat dan permukaan tanah yang dingin menyebabkan kondensasi. Bahkan berdasarkan alat partikulat meter (PM2,5) BMKG, terlihat kandungan partikel kondisi udara sedang.
"Berdasarkan alat yang memantau partikel udara Palembang, saat ini masih dalam kondisi aman dari asap Karhutla," katanya
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020