Pencarian populer
PUBLISHER STORY

Bandara SMB II Palembang Cegah Masuknya Virus Cacar Monyet

Alat pendeteksi suhu tubuh yang terpasang di Bandara SMB II Palembang (urban Id)

Manajemen PT Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang bertindak cepat guna mengantisipasi masuknya virus cacar monyet ke Bumi Sriwijaya. Salah satu langkah yang dilakukan yakni memperketat pemeriksaan kedatangan penumpang dari luar negeri.

Manager of Airport Operation and Service, bandara SMB II, Muhammad Syahril mengatakan, pemeriksaan terhadap para pendatang maupun warga negara Indonesia yang baru tiba di Bandara SMB II dilakukan sejak sepekan terakhir. Pemeriksaan dilakukan dengan mesin pendeteksi panas tubuh manusia tersebut guna mengidentifikasi penumpang yang suhu tubuhnya di atas normal.

"Kami melakukan prosedur pecegahan terhadap penumpang. Kita tahu virus cacar monyet atau monkeypox telah menjangkiti Singapura. Kita tidak mau kecolongan meski belum ada yang terdeteksi," katanya, Selasa (21/5).

Menurutnya, pemantauan dilakukan oleh pihak bandara bersama Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) terhadap pendatang dari Singapura lewat mesin yang dinamakan thermal scaner. Dengan membaca suhu tubuh, mesin berbentuk seperti alat perekam dapat melihat tubuh manusia yang memiliki panas di atas 38 derajat atau di atas normal manusia biasanya.

"Jadi waktu pemerikasaan diperpanjang. Adapun petugas yang berjaga ada enam orang. Mereka dibagi-bagi ada yang di klinik, memeriksa pesawat saat kedatangan, memantau thermal. Titik thermal ada satu di dekat pintu masuk kedatangan," katanya.

Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan Palembang Wilayah kerja Bandara. dr Arya Hidayat mengatakan, pemeriksaan terhadap para pendatang dilakukan sesuai SOP bandara. Menurut Arya, jika pemeriksaan yang dilakukan di Palembang dan di Singapura tidak berbeda. Kedua negara sama-sama ketat mengawasi para penumpang yang akan pergi dan masuk ke negaranya.

"Kalau di bandara penumpang biasanya dari counter check in sudah kita minta melapor ke klinik bandara jika mengalami sakit. Apa lagi khusus untuk keberangkatan atau kedatangan internasional dari Singapura tempat negara terjangkit," katanya.

Arya bilang, kekhawatiran akan virus cacar monyet ini sudah diinstruksikan oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Perlindungan dan Pencegahan dan Pencegahan (P2P) di bawah kementerian kesehatan. Pihak KKP pun melakukan standard operation,Public Health Emergency of International Concern (PHEIC).

"Virus ini cepat mewabah dan menyebabkan kegawat daruratan yang menimbulkan keresahaan masyarakat dunia," katanya. (jrs)

Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.57