Gubernur Sumsel Siapkan Aturan Harga Jual Sawit di Petani

Konten Media Partner
6 Agustus 2022 18:13
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Gubernur Sumsel, Herman Deru, saat membuka FDG bersama APKASINDO. (ist)
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Sumsel, Herman Deru, saat membuka FDG bersama APKASINDO. (ist)
ADVERTISEMENT
Gubernur Sumsel, Herman Deru, melakukan berbagai langkah agar kesejahteraan para petani kelapa sawit dapat lebih meningkat. Salah satunya dengan berencana mengeluarkan surat keputusan (SK) maupun peraturan gubernur (Pergub) sehingga tidak ada ketimpangan harga jual sawit khususnya di tingkat petani.
ADVERTISEMENT
"Aturan ini untuk menyelaraskan harga sawit yang sesuai dengan SK menteri sehingga lebih tajam," kata Herman Deru usai membuka FGD dengan tema "penguatan kelembagaan dan kemitraan kelapa sawit rakyat Sumsel" di Hotel Aston, Sabtu (6/8).
Menurutnya, melalui aturan itu nantinya tidak akan ada lagi ketimpangan harga sawit petani di setiap daerah di Sumsel.
"Jangan ada ketimpangan dan hanya membandingkan sana sisi terkait harga sawit tersebut. Jadi nantinya ada acuan yang sesuai," katanya.
Sebab itu, Herman Deru mengajak semua pihak termasuk Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Sumsel untuk mendorong kesejahteraan para petani sawit.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"APKASINDO harus jadi jembatan bagi kepentingan petani. Jembatan petani dengan perusahaan kelapa sawit sampai dengan industri hilirnya seperti minyak goreng, maupun jembatan ke pemerintah," katanya.
ADVERTISEMENT
Selain itu, APKASINDO juga mendorong program replanting atau peremajaan sawit dari pemerintah sehingga mampu dimanfaatkan secara maksimal oleh petani.
"Replanting ini merupakan kemudahan bagi para petani untuk melakukan peremajaan sawit dengan skema pembiayaan yang murah," katanya.
Tak hanya itu, Herman Deru juga mendorong agar APKASINDO mampu mendirikan pabrik kelapa sawit (PKS) sendiri untuk menampung tandan buah segar (TBS) sawit yang dihasilkan para petani.
"APKASINDO harus ada pabrik sendiri agar bisa menampung sawit dari para petani. Jika ada pabrik maka dapat lebih mandiri dan tidak terus bergantung dengan pihak lain," katanya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020