Guru SD di OKI Ditemukan Tewas dengan Luka Sayat di Leher dan Tangan Terikat

Konten Media Partner
15 Februari 2023 21:30 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi pembunuhan. (Shutterstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pembunuhan. (Shutterstock)
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Seorang guru SD berisial MI (57 tahun) di Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel, ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan. Tangan terikat tali, mulut disumpal handuk, dan ada luka sayat di lehernya.
ADVERTISEMENT
Informasi yang dihimpun, korban pertama kali ditemukan oleh keluarganya dan dalam kondisi meninggal dunia di kamar mandi rumahnya di Desa Kijang Ulu, Kecamatan Kayuagung, Selasa 14 Februari 2023.
Kepala Desa Kijang Ulu, Misro Daud, mengatakan dari informasi yang diterimanya korban ditemukan dalam kondisi tangan terikat dan mulutnya disumpal dengan handuk.
"Ada juga luka sayat di leher korban," katanya, Rabu 15 Februari 2023.
Misro menyebut korban diketahui selama ini tinggal di Desa Terate, Kecamatan Sirah Pulau Padang, karena mengajar sebagai guru di SD di tempat itu.
"Ia datang ke rumahnya di Kayuagung untuk menjalani terapi pengobatan sejak Selasa 14 Februari 2023 sekitar pukul 13.00 WIB," katanya.
Akan tetapi, hingga malam hari yang bersangkutan tidak bisa dihubungi. Hal itu pun membuat keluarga berinisiatif mendatangi rumah korban, dan menemukannya dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
ADVERTISEMENT
Selanjutnya, kasus tersebut dilaporkan ke polisi, dan jenazah korban dievakuasi ke RSUD Kayuagung guna dilakukan visum. Menurutnya, MI diduga menjadi korban pencurian dan pembunuhan. Sebab, ponsel dan sepeda motor korban juga hilang.
Sementara itu, Kapolres OKI, AKBP Dili Yanto, melalui Kasat Reskrim, AKP Jatrat Tunggal Rachmad, mengatakan korban berinisial MI dan kasus ini masih dalam penyelidikan.
"sementara belum banyak yang bisa kami sampaikan sampai nanti kalau sudah lengkap. Kasusnya masih dalam penyelidikan petugas," katanya.