kumparan
16 Februari 2019 13:03

Herman Deru Segera Rombak Manajemen Sriwijaya FC

IMG_7006_2.jpg
Gubernur Sumatera Selatan, Heman Deru (foto: Urban Id)
Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru mengaku akan memberikan kejutan kepada pendukung Sriwijaya FC. Hanya saja, kejutan tersebut baru akan diumumkan pada 20 Februari mendatang.
ADVERTISEMENT
Meski demikian, Herman Deru memberikan sinyal akan melakukan perombakan secara total terhadap manajemen klub yang yang berjuluk Laskar Wong Kito tersebut “Waktu itu, saya meminta waktu satu bulan untuk memberikan kejutan. Tapi ini belum sampai, nanti tanggal 20 Februari akan saya umumkan," katanya, Sabtu (16/2).
Meski belum mau memberikan keterangan mengenai kejutan yang dimaksud, namun Herman Deru menilai kalau manajemen Sriwijaya FC saat ini sudah dianggap gagal hingga membuat tim turun kasta ke Liga 2.
Terlebih, saat saham Sriwijaya FC hendak dijual beberapa waktu lalu, tak satupun yang berani membelinya. Sehingga dirinya diamanatkan pemilik saham untuk mengurus klub dengan menyerahkan kepemilikan saham secara penuh. “Saya berharap keputusan saya nanti dapat membawa Sriwijaya FC kembali ke Liga 1 Indonesia,” katanya.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, Herman Deru sempat meminta agar saham Sriwijaya FC dapat dimiliki oleh masyarakat Sumatera Selatan. Hal itu menurutnya sangat mungkin terjadi karena Sumsel memiliki potensi dari sisi jumlah penduduk dan adanya tiga kelompok suporter yang terbilang besar.
“Bisa saja dengan cara berkelompok, misalnya koperasi, perwakilan perusahaan, ya silahkan. Kita juga ada tiga kelompok suporter besar yang bisa bergabung, misal satu orang kekuatannya Rp100 ribu, ini bisa saja terjadi,” kata dia.
Menurutnya, kepemilikan secara rill ini merupakan cara terbaik untuk membawa Sriwijaya FC dikelola secara profesional di masa datang. Jika pengelolaan Sriwijaya FC tidak tepat maka pemilik saham yang notabene masyarakat ini juga dapat melakukan intervensi demi kebaikan klub.(bwo/jrs)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan