News
·
22 Juli 2021 17:50
·
waktu baca 2 menit

Inflasi Sumsel Diprediksi Terkendali, Laju Pertumbuhan Ekonomi Akan Melambat

Konten ini diproduksi oleh Urban Id
Inflasi Sumsel Diprediksi Terkendali, Laju Pertumbuhan Ekonomi Akan Melambat (874923)
searchPerbesar
Bank Indonesia Perwkilan Sumsel. Foto: Reno Saputra/ Urban Id
Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sumatera Selatan (Sumsel) memperkirakan laju pertumbuhan ekonomi di Sumsel pada kuartal ketiga tahun ini akan mengalami perlambatan, seiring dengan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
ADVERTISEMENT
Meski begitu, BI melihat ekonomi Sumsel akan terus bergerak seiring dengan kebijakan pemerintah dalam memulihkan ekonomi masyarakat. Jika angka penyebaran COVID-19 menurun, tentu aktivitas ekonomi masyarakat akan kembali membaik.
“Kami rasa wajar, tentunya ada pengaruh terhadap laju pertumbuhan ekonomi karena dilakukan pembatasan, terutama pada kuartal ke 3 tahun ini. Meski diperkirakan ada perlambatan, namun pertumbuhan ekonomi akan bergerak positif,” kata Kepala Kantor BI Sumsel, Hari Widodo, Rabu (21/7).
Jika dilihat dari gejolak harga di pasaran atau inflasi, Hari mengatakan kondisi ini akan relatif terkendali karena pemerintah masih gencar menjadikan logistik pangan sebagai prioritas di tengah pengetatan PPKM termasuk dengan pemberian bantuan sosial.
Hari menyebut, kuartal pertama ekonomi Sumsel memang sempat terjadi kontraksi 0,41 persen, namun kondisi ini perlahan membaik di kuartal kedua. Pada kuartal dua sebelum diberlakukan PPKM ekonomi tumbuh dari 0-1 persen akibat didukung dari sektor pertambangan dan perkebunan.
ADVERTISEMENT
Hari bilang, di tengah pembatasan ini, bansos menjadi peran penting untuk mendukung masyarakat lapisan bawah dan juga berguna mendorong konsumsi rumah tangga dan daya beli ditengah pandemi COVID-19.
Hari mengatakan, pemerintah tentu telah melihat hal ini dan akan berupaya meningkatkan perekonomian masyarakat dengan sejumlah opsi dan kebijakan.
“Tentunya kebijakan yang dilakukan untuk mengurangi dampak penyebaran wabah, sebab jika semakin tinggi kasus COVID-19 akan semakin sulit membangkitkan ekonomi. Mari kita dukung kebijakan pemerintah ini agar angka penyebaran COVID-19 menurun dan ekonomi kembali menggeliat,” katanya. (aab)