Jusuf Kalla di Palembang: Masjid Bukan Tempat Kampanye Partai Politik

Konten Media Partner
21 Maret 2023 20:08
·
waktu baca 2 menit
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ketua DMI, Jusuf Kalla saat berada di Masjid Agung Palembang, Sumsel, Foto : Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Ketua DMI, Jusuf Kalla saat berada di Masjid Agung Palembang, Sumsel, Foto : Istimewa
Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla (JK) meminta kepada seluruh pengurus Masjid di Sumatera Selatan (Sumsel) untuk tidak menjadikan mimbar Masjid sebagai kepentingan atau ajang berpolitik bagi para politis atau kampanye partai politik.
"Masjid itu tempat ibadah, bukan tempat berpolitik. Masjid itu harus steril dari hal politik praktis," kata dia, usai Pelantikan Dewan Masjid Indonesia Provinsi Sumsel, di Masjid Agung Palembang, Sumsel, Selasa (21/3).
JK menyebutkan fungsi masjid untuk menyebarkan syiar Agama Islam. Untuk itu JK menegaskan agar Masjid dimanfaatkan sebagai kegiatan-kegiatan keagamaan yang positif.
"Kalau masjid diperbolehkan untuk berkampanye, maka microphone masjid itu pasti bisa dipakai puluhan partai politik. Lalu bisa dipakai untuk menjelekkan atau menyindir calon yang lain," kata dia.
Meskipun begitu, JK mengatakan Masjid diperbolehkan sebagai tempat sosialisasi masyarakat agar dapat ikut serta meramaikan pemilihan umum.
"Tapi kalau dipakai untuk sosialisasi yang sifatnya mendukung demokratis, mendukung pemilu yang bersih, itu dipersilakan. Karena jemaah juga harus ikut serta dalam pemilu dan mengawasi pemilu yang jujur," kata dia.
JK pun menegaskan bagi mubalig juga dapat dipilih agar tidak membawa politik ke dalam masjid. Karena, ia mengkhawatirkan saat berpolitik di dalam masjid bisa menyebabkan perpecahan umat antara satu sama lain.
"Untuk para mubalighnya juga kalau bisa dicarikan yang tidak membawa unsur politik," kata dia.
Sementara itu, Ketua Yayasan Masjid Agung Palembang, Abdul Rozak menambahkan, pihaknya sendiri akan mengawasi dan menjaga kekhusukan para jemaah selama beribadah. Khususnya, menjaga Masjid Agung Palembang dari para politisi yang ingin berpolitik melalui mimbar masjid.
"Tidak boleh menyebarkan politik di Masjid Agung, dan itu akan kami jaga," kata dia.
Rozak mengatakan, jika seorang politisi yang memiliki kemampuan untuk ceramah ataupun imam, ya silakan saja. Namun, tidak ada yang namanya berpolitik di dalam masjid.
"Jika ada kemampuan untuk ceramah ya boleh mereka ceramah. Tapi dia tidak boleh mengajak orang untuk berpolitik," kata dia.