kumparan
19 Sep 2019 17:09 WIB

Kabut Asap Kian Pekat, DLHP Sumsel: ISPU 147, Belum Berbahaya

Papan tingkat pencemaran udara atau ISPU di Palembang menunjukkan pencemaran udara berada di level tidak sehat (Foto: bowo/Urban Id)
Meski kondisi kabut asap di Kota Palembang terasa kian pekat, namun Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP), Sumatera Selatan, mengklaim jika kualitas udara belum berada di level berbahaya.
ADVERTISEMENT
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Provinsi Sumatera Selatan Edward Candra, mengatakan berdasarkan perhitungan alat Air Quality Monitoring System (AQMS), nilai Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) saat ini berada di angka 147 atau berada di level tidak sehat.
"Nilai ISPU-nya fluktuatif, baik dan sedang. Baru pada dua hari terakhir naik pada skala tidak sehat. Tapi belum berbahaya," kata Edward, Kamis (19/9).
Edward bilang, perhitungan ISPU tersebut didapat setelah dilakukan pemantauan kualitas udara dengan menggunakan lima parameter. Yakni partikulat atau PM 10, kemudian sulfur dioksida atau S02, karbon monoksida (CO), Ozon atau O3, dan Nitrogen Diogsida atau NO2.
"Masyarakat dapat melihat langsung indeks pencemaran udara tersebut. Nilainya akan di update setiap pukul 15.00 WIB, " katanya.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Lesty Nurainy, mengatakan meski kondisi udara belakangan hari terakhir dalam kategori tidak sehat. Namun belum dibutuhkan penyediaan safe house atau rumah singgah, untuk masyarakat yang terpapar kabut asap.
"Sejauh ini safe house masih belum dibutuhkan karena kualitas udara tidak sehat baru pada dua hari ini," katanya.
Menurutnya, untuk mengatasi kabut asap masyarakat cukup memakai masker ketika berada di luar ruangan. HaL tersebut untuk meminimalisir potensi terjangkit ISPA.
"Usahakan pakai masker dan kurangi aktivitas di luar ruangan," katanya. (jrs)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan