Kawasan Sukarami Palembang Segera Dibangun Kolam Retensi

Konten Media Partner
13 April 2022 19:09
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Kawasan Sukarami Palembang Segera Dibangun Kolam Retensi (36704)
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Sumsel menijau lokasi pembangunan kolam retensi di Kecamatan Sukarami, Palembang. Foto: Istimewa
ADVERTISEMENT
Pemda akan bangun kolam retensi di Simpang Bandara SMB II, Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Sukarami, Palembang. Pembangunan ini diklaim dapat mengurangi dampak banjir di Kota Palembang, terutama saat musim penghujan di sekitar lokasi.
ADVERTISEMENT
Gubernur Sumsel, Herman Deru, mengatakan saat musim hujan tiba Palembang kerap dilanda banjir pada kawasan tertentu, sehingga perlu adanya pembangunan kolam retensi tambahan.
“Kami tinjau langsung lokasi pembangunan, untuk memastikan kolam retensi ini nantinya akan berfungsi mengurangi dampak banjir,” katanya saat meninjau pembangunan di kawasan Kebun Bunga.
Bersama Sekda Palembang, Ratu Dewa, Herman Deru memastikan, akan mengakomodir keluhan warga terutama soal banjir. Pembangunan ini diyakini dapat mengatasi dampak banjir yang kerap terjadi di tiga kelurahan sekitar yakni Kelurahan Sukarami, Kelurahan Kebun Bunga dan Kelurahan Sukajaya.
“Nanti pembangunan kolam retensi ini akan dilihat yang mana Pemprov dan Pemkot. Pembebasan lahan 4 hektare untuk dijadikan kolam retensi baru. Jika selesai mudah-mudahan bisa mengurangi dampak banjir di tiga kelurahan ini,” katanya.
ADVERTISEMENT
Herman Deru menyebut berdasarkan hasil feasibility study lokasi ini merupakan tempat yang paling layak dibangun kolam retensi. Untuk mewujudkan pembangunan ini menurutnya membutuhkan dukungan pemerintah pusat, pemerintah provinsi juga Pemkot dan masyarakat setempat.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Saat ini Pemprov dan Pemkot telah selesaikan pembebasan lahan, semoga pembangunannya segera terwujud,” katanya.
Terkait genangan air di Simpang Polda, Deru menyebut hal itu memiliki kendala tersendiri. Menurutnya genangan air lamban surut lantaran adanya box culvert yang terkena tiang listrik.
"Mungkin ada yang bertanya soal genangan di Simpang Polda, ini persoalan lama karena ada box culvert dan gorong kena tiang LRT. Dari arah Bandara ada sekitar ada 24 titik yang terkena mulai dari Auto 2000 TAA sampai dengan Jakabaring," jelasnya.
ADVERTISEMENT
Tak hanya di simpang Polda hal serupa menurutnya juga terjadi di sekitar masjid Agung dan belum dilakukan pembenahan sehingga air lambat mengalir ke pembuangan. Hal ini menurutnya merupakan dampak dari pengerjaan pembangunan sebelumnya.
Sementara itu Kepala Dinas PSDA Ir. Herwan menjelaskan bahwa kolam retensi ini akan dibangun di lahan seluas 4 hektare dengan daya tampung mencapai 150-160 ribu meter kubik. "Bahkan PUPR Kota juga sudah melakukan FS, DED dan menyiapkan dokumen lingkungan," jelasnya.
Menurut Herwan pembebasan lahan ini merupakan sharing Pemprov dan Pemkot Pemkot dan telah selesai dilakukan tahun 2021. "Harapannya dengan bantuan Bangubsus tahun 2022 harapannya pembangunan ini bisa tuntas," jelasnya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020