kumparan
6 November 2019 13:36

Kemarau Panjang Hambat Penyerapan Beras Petani di Sumsel

beras bulog kumparan.jpg
Ilustrasi beras Bulog. (foto: Dok. kumparan)
Kemarau panjang yang melanda sebagian besar wilayah di Sumatera Selatan, berdampak pada terhambatnya target penyerapan beras Bulog. Sebab, beberapa daerah penghasil beras di 'Bumi Sriwijaya' masih mengalami kekeringan.
ADVERTISEMENT
Pipinan Wilayah Bulog Sumsel Babel, Ali Ahmad Najih Amsari, mengatakan daerah penghasil beras di Sumsel, seperti; Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ulu Timur, Banyuasin, Ogan Komering Ulu Selatan, Musi Rawas, dan Palembang, mengalami kekeringan. Hal itu berdampak pada produksi beras yang dihasilkan.
"Produksi beras di Sumsel menurun dampak kemarau. Target pengadaan tahun ini sebanyak 70 ribu ton beras," katanya, Rabu (6/11).
Menurutnya, sampai saat ini pengadaan beras dari petani mencapai 49 ribu ton atau baru mencapai sekitar 69 persen. Meski cuaca belum bersahabat untuk masa tanam, namun di sejumlah wilayah Sumsel masih berlangsung masa panen.
"Memang belum capai target tapi kami yakin bisa mencapainya. Masih tersisa 2 bulan lagi, pengadaan akan kami maksimalkan," katanya.
ADVERTISEMENT
Ali bilang, saat ini pihaknya masih membeli beras dari petani dengan harga diatas HPP yang dipatok pemerintah. Sebab beras tersebut ditujukan untuk keperluan komersial, dimana produk yang dihasilkan berupa stok beras premium.
"Kita membeli beras diatas HPP, karena untuk komersial," katanya.
Untuk suplai beras sendiri, masih dominasi dari Banyuasin, OKU, OKUT dan OKI. Akan tetapi, Bulog memastikan stok beras untuk wilayahnya mencukupi. Bahkan Ali menegaskan stok yang ada di gudang Bilog saat ini sekitar 50 ribu ton.
"Artinya stok yang ada aman untuk 10 bulan kedepan. Kualitasnya juga kita pastikan baik," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel, Iwan Gunawan mengatakan pemerintah memastikan stok kebutuhan pokok di Sumsel tersedia. Juga harga tidak melonjak naik apalagi saat momen-momen hari raya dan hari besar.
ADVERTISEMENT
"Stok beras masih tersedia, masyarakat tidak usah kuatir. Untuk harga juga dari pantauan tim kita di lapangan masih dibawah HET," katanya. (jrs)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan