Konten Media Partner

KKP Terima 9 Ribu BBL Hasil Sitaan Lanal Palembang

6 Mei 2024 21:15 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Serah terima  99.648 benih bening lobster (BBL) hasil penyelundupan yang berhasil digagalkan oleh tim Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Palembang ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Palembang, Foto : Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Serah terima 99.648 benih bening lobster (BBL) hasil penyelundupan yang berhasil digagalkan oleh tim Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Palembang ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Palembang, Foto : Istimewa
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menerima 99.648 benih bening lobster (BBL) hasil penyelundupan yang berhasil digagalkan oleh tim Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Palembang, Sumsel.
ADVERTISEMENT
"Penyelundupan BBL ini semakin hari semakin marak, ketika musim itu ada. Dan ini menjadi prestasi (sinergi) yang membanggakan dan ke depan kita berharap ada keberlanjutan," kata Plt Dirjen Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Pung Nugroho dalam konferensi pers Penyerahan barang bukti BBL di Kantor Lanal Palembang, Senin 6 Mei 2024.
Plt Dirjen Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Pung Nugroho
Ipung menjelaskan, sebelum ini sudah dua kali dilakukan menggagalkan penyelundupan BBL di antaranya pada Februari di Bandara Lombok oleh Aviation Secutity (Avsec) PT. Angkasa Pura 1 Bandara Lombok, NTB dengan jumlah BBL sebanyak 18.952 ekor. Kemudian di bulan April di perairan Tanjung Jabung Timur oleh Polres Tanjab Timur, Provinsi Jambi dengan jumlah BBL sebanyak 148.455 ekor.
"Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa modus operandi penyelundupan BBL selain jalur laut, dilakukan juga melalui jalur udara yaitu melalui bandar udara. Untuk itu diperlukan penguatan kerja sama antar Kementerian/Lembaga dalam pengawasan dan penindakan hukum terhadap pelaku penyelundupan dan aktivitas illegal yang dapat mengganggu kelestarian sumber daya benih bening lobster ini, tentunya melalui pola tindak, pola operasi dan strategi pengawasan yang akan dibangun bersama," kata dia.
ADVERTISEMENT
Asisten Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Media dan Komunikasi Publik Doni Ismanto menambahkan, upaya lain KKP menekan praktik ilegal penyelundupan BBL yakni dengan menerbitkan Permen KP Nomor 7 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Lobster (Panulirus spp.), Kepiting (Scylla spp.), dan Rajungan (Portunus spp.).
Kebijakan tersebut sekaligus akan memperkuat ekosistem budidaya lobster di dalam negeri dan meningkatkan penerimaan negara bukan pajak melalui perdagangan BBL secara resmi ke negara mitra kerja sama yakni Vietnam.
"Ini adalah upaya transformasi tata kelola BBL yang mengedepankan keberlanjutan, penguatan budidaya lobster, serta menjadikan Indonesia sebagai bagian penting dari global supply chain lobster," ungkap Doni.
Pemerintah Vietnam sendiri, sambung Doni, saat ini juga gencar memerangi praktik ilegal penyelundupan BBL yang masuk ke negaranya. Hal ini tak lepas dari upaya Menteri Trenggono yang gencar melakukan diplomasi dengan pemerintah Vietnam.
ADVERTISEMENT
Untuk diketahui penyelundupan 99.648 BBL digagalkan oleh Tim F1QR (Fleet One Quick Response) Lanal Palembang pada Kamis 2 Mei lalu oleh Lanal Palembang. Bahkan ada empat orang berhasil ditangkap dalam aksi tersebut.
Selain puluhan ribu BBL yang dikemas dalam 18 boks, pihaknya mengamankan speedboad sebagai barang bukti.
Untuk total BBL yang berhasil disita TNI AL sebanyak 99.648 ekor dengan rincian, jenis pasir sebanyak 89.268 ekor dan jenis mutiara sebanyak 10.380 ekor. Dari jumlah tersebut, perkiraan nilai kerugian negara yang terselamatkan sebesar Rp14.947.200.000.
Sebagai informasi, BBL yang masih bertahan hidup selanjutnya akan dilepasliarkan oleh tim KKP ke perairan Lampung.