Kondisi Jembatan di Desa Jagaraga, OKU Selatan, Memprihatinkan

Konten Media Partner
9 September 2021 20:39
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Kondisi Jembatan di Desa Jagaraga, OKU Selatan, Memprihatinkan (19161)
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi Jembatan di Desa Jagaraga, OKU Selatan, Sumatera Selatan. Foto: Istimewa
ADVERTISEMENT
Warga Desa Jagaraga, OKU Selatan, Sumatera Selatan (Sumsel) meminta agar jembatan yang merupakan akses utama menuju dua Dusun perkebunan warga ini segera diperbaiki. Akses penghubung ini sangat dibutuhkan sebab kendaraan sudah tidak bisa lagi melintas, terutama menuju ke kawasan perkebunan.
ADVERTISEMENT
Warga Dusun II Jagaraga, Ujang, mengatakan jembatan ini akses yang sangat penting termasuk bagi para pelajar yang bermukim di lokasi terpaksa bergelantungan untuk pergi ke sekolah melintasi jembatan darurat yang membahayakan.
“Jembatan ini sudah layak diperbaiki dan sudah tidak bisa dilalui kendaraan, bahkan berjalan kaki sangat sulit dan membahayakan. Kami berharap akses jembatan segera diperbaiki,” katanya.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat melakukan tinjauan verifikasi terhadap jembatan gantung darurat dan dinding penahan longsor jalan di Kabupaten OKU Selatan.
Pengecekan akses vital masyarakat yang dipimpin langsung oleh Kasubdit Inventarisasi dan Analisis kebutuhan BNPB Pusat, Syavera, di Kecamatan Buana, Kecamatan Buay Sandang Aji, Pulau Beringin, Mekakau Ilir dan Banding Agung.
ADVERTISEMENT
“BNPB turun melakukan verifikasi terhadap usulan proposal yg disampaikan dari BPBD Kabupaten OKU Selatan dan nanti segera dilengkapi dengan data berupa DED dari setiap kegiatan dan kegiatan tersebut supaya jangan dialokasikan ke kegiatan sumber dana yang lain,” katanya.
Sebelumnya kondisi jembatan itu sudah diusulkan ke BNPB Pusat melalui BPBD OKU Selatan tahun 2021 lalu, terdapat dua jembatan yang telah darurat pasca bencana di wilayah Desa Jagaraga dan Desa Tanjung Raya di Kecamatan Buay Sandang Aji (BSA) serta dinding penahan longsor di tiga Kecamatan.
BNPB Pusat melakukan verifikasi terhadap jembatan gantung yang telah rusak parah (darurat), sebab akses tersebut merupakan akses utama perlintasan untuk warga.
Khusus jembatan darurat penghubung dua dusun di Desa Jagaraga dihuni lebih kurang 350 kepala keluarga yang terancam terisolasi dan kesulitan keluar Desa dan menuju ke perkebunan wilayah setempat.
ADVERTISEMENT
Warga setempat terpaksa menggunakan akses jembatan alternatif yang lebih berkisar lebih kurang 10 Kilometer oleh sebagian warga yang memiliki kendaraan sepeda motor.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020