kumparan
20 Februari 2019 19:37

Mantan Dirut BSB Kini Jadi Bos Baru Sriwijaya FC

IMG-20190220-WA0043.jpg
Gubernur Sumsel, Herman Deru saat menyampaikan keterangan kepada awak media, Rabu (20/2) (foto: Urban Id)
Gubernur Sumsel, Herman Deru resmi melepaskan mayoritas saham Sriwijaya FC kepada mantan Direktur Utama, Bank Sumsel Babel (BSB), Asfan Fikri Sanaf. Langkah ini diharapkan dapat mengembalikan klub yang berjuluk Laskar Wong Kito itu kembali berprestasi.
ADVERTISEMENT
Herman Deru mengatakan, Pemprov Sumsel tidak memiliki saham sepeserpun, hanya saja Yayasan Sepak Bola Sumsel hanya menyisakan sekitar 11 persen saham. Karena kondisi yang terus mendesak, pengelola PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), harus menerima pengalihan saham kepada Asfan Fikri Sanaf.
"Makanya anak-anak dan keturunan saya, baik bupati maupun non bupati dan sebagainya, meskipun mengerti sepak bola tidak boleh menjadi pengurus. Jangan sampai ada pemikiran kami keluarga ingin menjadikan Sriwijaya FC ini sebagai komoditas politik," katanya dihadapan awak media, Rabu (20/2)
Deru menegaskan, atas desakan dari masyarakat yang mengkritisi prestasi Sriwijaya FC yang merosot maka setelah melalui beberapa proses, meminta keikhlasan pemilik PT SOM memberikan kepengurusan bahkan saham kepada orang yang mungkin mampu.
ADVERTISEMENT
Setelah melalui proses, dari hasil diskusi, inilah kejutannya, Sriwijaya FC diserahkan bulat-bulat kepada Asfan Fikri. "Kepercayaan yang diberikan, kedepan jangan selalu ketergantungan kepada pemerintah, karena UU mengatur ada batas tertentu pemerintah dilarang intervensi," katanya.
Terkait isu akan ada BUMN yang terlibat atau membeli saham SFC, Deru mengatakan, menyerahkan sepenuhnya kepada owner yakni Asfan. Lanjutnya, terkait hal ini Menteri BUMN sudah memberikan restunya. "Kedepannya nanti terserah bagaimana baiknya, kan nanti bisa jadi mitra dan sponsor," katanya.
Ketua kelompok suporter Singa Mania, Aryadi Eko Neori mengatakan, jika Sriwijaya FC menargetkan kembali ke Liga 1, maka manajemen yang baru ini harus bergerak cepat mulai dari pengrekrutan pemain hingga latihan. Karena, tim lain yang akan berlaga di liga 2 serta mempunyai target kembali ke liga 1 sudah mempersiapkan segala hal mulai dari pemain dan proses latihan untuk meningkatkan kualitas permainan.(jrs)
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan