kumparan
17 Sep 2019 21:30 WIB

Palembang Sediakan Sekolah Filial Bagi Anak Jalanan

Wali Kota Palembang, Harnojoyo memberikan bantuan kebutuhan sekolah bagi anak jalanan (Foto: Humas Pemkot Palembang)
Sebagai wujud komitmen menyediakan pendidikan secara merata, Pemerintah Kota Palembang, kini menyediakan sekola filial bagi anak jalanan (Anjal) dan yang putus sekolah. Sekolah ini sendiri berada di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Dinas Pendidikan Kota Palembang.
ADVERTISEMENT
Wali Kota Palembang, H Harnojoyo, mengatakan pendidikan kepada anak menjadi tanggung jawab pemerintah dan orang tua. Untuk itu, Pemerintah Palembang akan senantiasa komitmen untuk mendorong pendidikan yang berkualitas.
"Kemajuan suatu bangsa sangat bergantung pada kualitas pendidikan generasi muda. Oleh karenanya, keberadaan sekolah filial ini untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan secara merata," kata Harnojoyo.
Wali Kota Palembang saat meresmikan tiga sekolah filial di Palembang (Foto: Humas Pemkot Palembang)
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Ahmad Zulinto, mengatakan berdasarkan neraca pendidikan dan sensus Badan Pusat Statistik (BPS) terdapat 1.278 anak putus sekolah tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) di Palembang.
Atas kondisi ini, kata dia, Wali Kota Palembang, Harnojoyo menginstruksikan untuk mengaktifkan kembali sekolah filial. Angka Partisipasi Murni (APM) SD mencapai 96 persen, sementara APM di tingkat SMP baru 69 persen, dan APM untuk SMA/SMK mencapai 71 persen.
ADVERTISEMENT
"Artinya masih ada anak-anak yang orang tuanya kurang mampu, sehingga membuat mereka putus sekolah," katanya.
Dia menjelaskan, beberapa sekolah filial yang disediakan yakni SDN 238, SMPN 19 dan SMAN 11. Keberadaan sekolah filial ini diharapkan mampu mengakomodir anak putus sekolah. Selain itu, keberadaan sekolah ini tidak terlepas dan dukungan stakeholder yang berasal dari pemerintah, akademisi, dan NGO.
Wali Kota Palembang, Harnojoyo usai meresmikan sekolah filial di Palembang (Foto: Humas Pemkot Palembang)
"Hingga saat ini sudah terdapat 398 anak dari tingkat SD sampai SMA yang mendaftar untuk menjadi claon siswa sekolah filial. Rata-rata mereka berasal dari keluarga tidak mampu," katanya. (adv)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan