Pencarian populer
USER STORY
6 Februari 2019 19:59 WIB
..
..

Pesona Titik Tujuh Kain Jumputan

Seorang wanita yang tengah memilih kain jumputan titik tujuh di Galeri Jumputan Tiga Bahar (foto: ABP/Urban Id)

Indonesia kaya akan keberagaman budaya mulai dari adat istiadat hingga kain tradisional atau wastra nusantara, salah satunya yakni kain jumputan. Seiring dengan perkembangan zaman, kain jumputan tetap memiliki pesona tersendiri khususnya di kalangan kaum milenial di Palembang.

Jika berkunjung ke Palembang maka tak sulit untuk mencari kain jumputan, selain banyak ditemukan di pusat-pusat perbelanjaan, bisa juga datang langsung ke sentra pengrajin kain jumputan yang berlokasi di Kampung Kebon Pisang, Kelurahan Tuan Kentang, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang. Warga ditempat ini sebagian besar menggantungkan pendapatanya menjadi pengrajin kain jumputan. Tak heran jika saat berada dilokasi kita akan disuguhi pemandangan lembaran kain yang dijemur di setiap pekarangan rumah warga.

Sejumlah motif dari kain jumputan di Kelurahan Tuan Kentang, Palembang (foto: ABP/ Urban Id)

Pemilik Galeri Jumputan Tiga Putri Bahar, Aan Asnawati mengatakan, tak ubahnya dengan kain batik dan songket yang memiliki banyak motif, kain jumputan juga demikian. Hanya saja, kain jumputan dengan motif titik tujuh menjadi primadona dikalangan pengrajin di tempat ini. “Kain dengan motif titik tujuh menjadi ciri khas jumputan yang diproduksi oleh pengrajin dari Kota Palembang,” katanya, Rabu (6/2/2019). Banyak keistimewaan kain jumputan motif ini sehingga membuatnya digemari banyak orang. Salah satunya karena dalam proses pewarnaanya menggunakan bahan alami, seperti daun mangga dan sirih, kunyit, serta kulit jengkol. “Dengan bahan pewarna yang alami tersebut membuat tekstur kain menjadi lebih lembut dan halus,” katanya.

Pesona kain jumputan yang tak lekang oleh waktu (foro: ABP/Urban Id)

Hanya saja, peroses pembuatanya dari bahan dasar viscose hingga jadi membutuhkan waktu hingga dua bulan. Mulai dari proses pengikatan, pewarnaan dengan teknik celup atau biasanya disebut Tie and Dye, hingga pengeringan. “Teknik celup tersebut lah yang membuat corak kain jumputan berbeda dengan jenis kain tradisional lainya,” katanya. Istri dari Baharudin ini menambahkan, peminat kain jumputan tidak hanya berasal dari warga Palembang saja, tak jarang pula dari berbagai daerah lain datang untuk mencari kain jumputan titik tujuh ini, seperti Aceh, Medan, dan daerah di Pulau Jawa. Bahkan ada juga pembeli yang berasal dari Tiongkok, dan Malaysia. Selain itu, kini kain jumputan mulai banyak digemari lantaran cocok untuk beragam acara baik resmi maupun casual atau santai. “Untuk harganya cukup terjangkau di kisaran Rp 150-450 ribu per lembarnya,” katanya.(jrs)

Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: