kumparan
17 Oktober 2019 19:51

Rektor Unitas Sesalkan Ada Mahasiswanya yang Tewas Usai Diksar Menwa

IMG-20191017-WA0063.jpg
jenazah korban saat hendak dibawa oleh pihak keluarga ke rumah duka. (foto: istimewa)
Universitas Taman Siswa (Unitas) Palembang angkat bicara terkait peristiwa tewasnya seorang mahasiswa usai mengikuti kegiatan pra pendidikan dasar (pradiksar) Resimen Mahasiswa (Menwa).
ADVERTISEMENT
Rektor Universitas Taman Siswa Palembang, Joko Siswanto, membenarkan jika ada mahasiswa atas nama Muhammad Akbar (19 tahun), meninggal usai mengikuti pradiksar Menwa. Meski begitu, menurutnya, kegiatan itu bukan dilaksanakan oleh Unitas.
"Pradiksar Menwa bukan kegiatan kami. Itu merupakan kegiatan gabungan dari berbagai universitas. Unitas bukan sebagai penyelenggara," katanya, Kamis (17/10).
Joko bilang, pihak kampus memang merestui organisasi Menwa Unitas untuk mengikuti kegiatan pradiksar tersebut. Sebab, kegiatan seperti itu memang selalu dilakukan setiap tahunnya, dan tidak pernah ada kejadian hingga menyebabkan mahasiswa meninggal dunia.
"Tentu kami sangat menyesalkan jika pada kegiatan kali ini ada mahasiswa yang meninggal," katanya.
Oleh karena itu, Joko menyebutkan jika penyelenggara turut bertanggung jawab atas peristiwa yang menewaskan seorang mahasiswanya tersebut. Selain itu, pihak kampus pun akan memberikan santunan kepada keluarga korban.
ADVERTISEMENT
"Peristiwa seperti ini jangan sampai terjadi lagi, dan jika ditemukan dugaan kekerasan maka kita harapkan polisi dapat segera mengungkap pelakunya," katanya.
Diberitakan sebelumnya, Muhammad Akbar tewas saat mengikuti kegiatan pradiksar Menwa di Desa Tanjung Senai, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Kamis (17/10). (jrs)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan