kumparan
12 Apr 2019 20:22 WIB

Sandi Bakal Bawa Isu Referendum Ekonomi Saat Debat Terakhir

Capres nomor urut 02, Sandiaga Uno saat kampanye di Palembang (abp/urban Id)
Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno sudah mempersiapkan secara matang mengenai materi yang akan disampaikannya dalam debat capres-cawapres terakhir yang diselenggarakan Sabtu (13/4).
ADVERTISEMENT
Sandi bilang, akan membacakan isu-isu penting yang tertuang dalam apa yang disebut sebagai referendum ekonomi. Referendum ekonomi, diperlukan karena saat ini Indonesia sedang masuk ke dalam jebakan pertumbuhan ekonomi yang hanya mentok di 5 persen.
“Janjinya 4 tahun lalu bisa mencapai 7 persen, malah lebih. Kita sangat terenyuh. Bersama Prabowo-Sandi, kita yakin 2 tahun pertama dengan fokus kita pada revitalisasi beberapa sektor,” kata Sandi di Palembang, Jumat (12/4).
Menurutnya, ada beberapa sektor yang menjadi prioritas untuk direvitalisasi. Diantaranya sektor pertanian dan energi. Hal tersebut dilakukan untuk mencapaian swasembada pangan dan energi yang sudah dicita-citakan sejak lama, namun hingga kini belum juga tercapai.
Kemudian, langkah sektor yang tak boleh ditinggalkan adalah merevitalisasi sektor manufaktur. “Saat ini pemerintah membangun infrastruktur, tapi lupa membangun industri manufakturnya. Dan sektor yang sangat dibutuhkan sekarang juga adalah perumahan,” katanya.
ADVERTISEMENT
Sandi menambahkan, dengan membangun perumahan untuk masyarakat, akan sangat banyak multiplier effect-nya. Salah satunya menciptakan lapangan kerja yang lebih konkret, karena lebih bisa dirasakan masyarakat.
"Kami menargetkan akan membuka 15 juta lapangan kerja baru apabila terpilih nanti. Juga ada pemotongan biaya yang dikeluarkan masyarkat dengan harga bahan pokok yang lebih murah, harga listrik lebih murah. Kami menargetkan 20 persen potongan biaya kebutuhan-sehari-hari," katanya.
Sandi menjelaskan, melalui pendekatan seperti referendum ekonomi masyarakat akan melihat dengan jelas program ekonomi yang diusung oleh kedua pasangan calon dalam debat terakhir besok.
“Masyarakat akan melihat, dan tinggal memilih. Apakah dilanjutkan yang gini-gini saja seperti sekarang, atau berubah bersama Prabowo-Sandi,” katanya. (jrs)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan