kumparan
17 Sep 2019 18:39 WIB

Unjuk Rasa Protes Karhutla di Sumsel Ricuh, 3 Mahasiswa Terluka

Kericuhan antara mahasiswa dan aparat keamanan saat aksi unjuk rasa di kantor Gubernur Sumsel (Foto: istimewa)
Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Sumsel Melawan Asap (Gasma) melakukan unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumatera Selatan, Aksi yang dilakukan oleh gabungan mahasiswa dari beberapa kampus tersebut diwarnai kericuhan antara massa dengan aparat kepolisian, Selasa (17/9)
ADVERTISEMENT
Akibatnya, 3 orang mahasiswa mengalami luka-luka dalam kericuhan yang berlangsung sekitar 20 menit tersebut. Sebelum kericuhan Wakapolda Sumatera Selatan, Brigjen Rudi Setiawan tengah berupaya menenangkan massa yang bersikeras hendak bertemu dengan Gubernur Sumsel, Herman Deru.
Saat itu, Wakapolda mencoba melewati barisan mahasiswa untuk bisa mendatangi mobil komando yang dipakai untuk berorasi. Namun alih-alih memberi jalan, para mahasiswa yang pada saat itu sedang duduk serentak berdiri menghadang Rudi.
Kemudian, personel polisi yang mengawal segera menjauhkan Wakapolda dari barisan mahasiswa yang menghadang. Namun konsentrasi massa yang berpusat di sekeliling mantan Kapolrestabes Surabaya tersebut mengundang massa lainnya terprovokasi sehingga baku hantam tidak terelakan.
Informasi yang dihimpun, mahasiswa yang terluka yakni Indra Lesmana mahasiswa Fakultas MIPA Universitas Sriwijaya mengalami pendarahan di bagian kepala. Lalu, Iksan mahasiswa Teknik Mesin Unsri, luka lecet dan bengkak dibagian dahi.
Salah seorang mahasiswa yang terluka akibat kericuhan pada aksi unjuk rasa di kantor Gubernur Sumsel. (foto: istimewa)
Selain itu, Ikhsan sempat diamankan di dalam Kantor Gubernur Sumsel oleh aparat namun segera dilepaskan setelah ada tuntutan dari para mahasiswa. Selanjutnya, Abdel yang saat itu mencoba menyelamatkan temanya ikut mengalami luka gores.
ADVERTISEMENT
Koordinator Aksi Gasma, Ni'matul Hakiki Vebri Awan, mengatakan pihaknya menuntut untuk bertemu gubernur Sumsel dalam menyampaikan aspirasinya tersebut dan mengancam untuk tidak membubarkan diri sebelum bertemu gubernur.
"Bencana asap sudah merajalela, di mana pemerintah? Ribuan penduduk terjangkit ISPA bahkan sudah ada nyawa melayang. Kita tidak akan diam saja,"katanya saat orasi.
Sementara itu, mahasiswa sempat ditemui oleh Wakil Gubernur Sumsel, Mawardi Yahya namun mereka menolak menyampaikan aspirasi bila tidak langsung ditemui gubernur.
"Pak Gubernur sedang mendampingi Ibu Negara. Kalau adik-adik sekalian ingin bertemu bisa saya jadwalkan besok atau lusa,"kata Mawardi. (bo)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan