Waspada Infark Miokard Akut

Mahasiswa Keperawatan (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
Konten dari Pengguna
12 Juni 2022 20:16
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Fatma Azzahra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penyakit kardiovaskular atau penyakit jantung merupakan penyebab kematian terbanyak di dunia. Infark miokard akut atau biasa dikenal dengan sebutan serangan jantung adalah salah satu dari bagian penyakit kardiovaskular yang bisa menyerang siapa saja tanpa memandang usia, tetapi biasanya lebih banyak ditemukan pada orang dewasa dan lansia. Di masyarakat serangan jantung ini lebih dikenal dengan sebutan angin duduk yang jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat akan menyebabkan kematian.

foto oleh pixabay
zoom-in-whitePerbesar
foto oleh pixabay
ADVERTISEMENT
Berikut mari kita bahas untuk mengetahui lebih jelas seputar infark miokard akut (serangan jantung) atau biasa dikenal angin duduk.
ADVERTISEMENT
Infark miokard akut (serangan jantung) merupakan suatu kondisi jantung yang mengalami sumbatan pada pembuluh darahnya (arteri koroner) yang menyebabkan kurangnya suplai darah dan oksigen sehingga jaringan pada otot jantung mengalami kerusakan hingga kematian. Infark miokard akut ini termasuk kedalam salah satu penyakit yang tidak menular.
Salah satu contoh faktor risiko terjadinya infark miokard akut (serangan jantung) adalah usia dan jenis kelamin. Pada usia lanjut kasus ini lebih sering ditemukan dibanding dengan usia muda, umumnya ditemukan pada usia 40 tahun ke atas. risiko terjadinya infark miokard (serangan jantung) akan makin meningkat dengan bertambahnya umur. Departemen kesehatan menyatakan bahwa pada laki-laki mempunyai risiko yang lebih tinggi daripada perempuan, pada perempuan muda jarang ditemukan kasus infark miokard kecuali jika mempunyai penyakit bawaan seperti, hiperlipidemia, diabetes dan hipertensi. Selain itu menurut penelitian, infark miokard akut juga dipengaruhi oleh tubuh yang obesitas, kebiasaan merokok, penyakit hipertensi dan faktor genetik atau keturunan.
ADVERTISEMENT
Tanda dan gejala infark miokard akut yang bisa kita ketahui adalah nyeri pada dada dan dapat menyebar kesekitarnya, mengalami mual atau pusing, sesak napas, merasa cemas dan kelelahan, palpitasi, keringat dingin dan pucat. Nyeri yang dirasakan oleh penderita infark miokard akut biasanya terjadi secara tiba-tiba dengan tingkat kenyerian yang tinggi dan terjadi secara terus-menerus selama 30-60 menit. Menurut penelitian, nyeri dada yang tidak ditangani dalam waktu lebih dari 20 menit akan mengakibatkan terjadinya kerusakan pada jantung yang bersifat irreversible.
Penanganan yang tepat untuk pasien dengan gejala infark miokard akut adalah dengan membawanya ke ruang gawat darurat karena kondisi pasien ini harus ditangani dengan cepat. Dokter akan mengambil langkah prosedur angioplasti, selain itu pada beberapa kasus akan dilakukan operasi coronary artery bypass graft (CABG). Penggunaan obat-obatan seperti, obat pengencer darah, trombolitik, nitrogliserin dan sebagainya yang berguna untuk membantu proses penyembuhan dari infark miokard.
ADVERTISEMENT
Menurut Arif Widodo, ada beberapa upaya untuk mencegah terjadinya infark miokard akut pada orang sehat, berisiko ataupun yang sudah pernah mengalami penyakit jantung seperti,
  1. Rajin berolahraga untuk menjaga peredaran darah agar tetap lancar.
  2. mengurangi makanan yang mengandung lemak dan kolesterol serta menjaga pola makan agar tetap sehat.
  3. Istirahat yang cukup dan hindari stres berlebih.
  4. Sebisa mungkin kurangi kebiasaan merokok, minum kopi berlebih dan hindari minuman beralkohol.
Kasus penyakit infark miokard yang makin banyak dialami oleh orang sekitar, membuat kita waspada akan mengalami hal yang sama. Tentunya untuk menghindari terkena penyakit infark miokard maka kita harus mulai menerapkan pola hidup sehat agar terbebas dari risiko terkena penyakit berbahaya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020