Dari Masjid, Menggerakkan Nusantara

ASN di Kanwil DJPb Provinsi Lampung (Kementerian Keuangan)
Konten dari Pengguna
23 Juni 2022 21:47
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Fajar Sidik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Dari Masjid, Menggerakkan Nusantara (169379)
zoom-in-whitePerbesar
Masjid Raya Sumatera Barat (dokumentasi pribadi)
ADVERTISEMENT
Apa kabar masjid-masjid di nusantara hari ini? Masihkah berkutat dengan angka-angka infak di rekening bank? Masih berlomba dan menghitung-hitung donasi pekanan? Atau sudahkah bergerak dan menggerakkan ummat. Tentu ini menjadi ‘PR’ kita semua. Tugas yang tidak dapat dilakukan secara infiradhi, beban yang sulit diurai tanpa kekuatan jama’i.
ADVERTISEMENT
Di jogja kita telah melihat bagaimana jogokariyan menggerakkan kebaikan, di Pontianak masjid munzalan menjadi inspirasi negeri, di Balikpapan masjid berkah box menebar manfaat bagi warga sekitarnya. Dan masjid-masjid lain di nusantara membangun semangat kolektif, untuk menjadi penuntas permasalahan ummat. Lalu, bagaimana masjid-masjid di sekitar kita? Sudahkan berjalan menuju kesana?
Dari masjid, menggerakkan nusantara. Dari masjid, menuntaskan permasalahan-permasalahan dhuafa. Masjid harus menjadi tempat menyelesaikan permasalahan-permasalahan ummat. Bukan hanya urusan ubudiyah, tapi juga ekonomi, sosial, politik, Negara. Masjid perlu mengambil bagian untuk membantu Negara menyejahterakan rakyatnya. Dari kotak-kotak amal masjid itulah, permasalahan ummat diurai dan dituntaskan. Dari kas sedekah masjid itulah, pengentasana kemiskinan didorong lebih kuat. Jangan biarkan sedekah-sedekah itu hanya menjadi penghuni rekening masjid, tanpa memberikan kontrisbusi apapun. Habiskan kas-kas itu untuk program-program produktif seperti membelikan gerobak usaha bagi dhuafa, menyekolahkan anak-anak miskin agar pendidikan kelak melepaskan mereka dari lingkaran kemiskinan struktural, ataupun permasalahan lain yang mampu ditanggung oleh masjid. Semakin banyak program yang digulirkan, akan semakin deras donasi yang dating karena trust ummat terbangun dengan baik.
ADVERTISEMENT
Menjaga kontinuitas gerakan, maka diperlukan strategi yang terstruktur. Masjid bersama seluruh komunitas sosial, perlu bersinergi dan bekerjasama yang apik, sehingga dapat menyentuh lebih luas masyarakat yang membutuhkan. Kekhawatiran dari gerakan ’individual’ masjid adalah kurang optimalnya penyaluran santunan. Karena sangat mungkin satu target sosial, disantuni oleh beberapa masjid/komunitas sosial. Padahal, pada sisi lainnya masih terdapat target sosial lain yang belum tersentuh. Oleh kaena itu, kerjasama dan sinergi perlu diinisiasi sehingga mampu menyatukan orang-orang baik, sehingga semakin memperluas kebaikan yang akan dilaksanakan.
Kemudian, yang tidak kalah penting dalam menjaga kontiunitas gerakan adalah transparansi keuangan. Laporan penyaluran yang disertai transparansi pengelolaan keuangan, akan menjaga trust para dermawan untuk terus rutin menyalurkan donasinya. Dan teori word of mouth dari Kotler dan Keller akan berlaku. Para dermawan akan menjadi perantara orang ke orang baik secara lisan, tulisan, maupun lewat alat komunikasi elektronik, untuk menyampaikan peluang-peluang kebaikan yang dilakukan oleh masjid. Efeknya, semakin tersebar kegiatan filantrofi, akan semakin banyak pihak yang berdonasi, dan pada akhirnya akan semakin luas kontribusi masjid pada dhuafa di seluruh nusantara.
ADVERTISEMENT
Lalu bagaimana Masjid memulai gerakannya? menurut hasil penelitian Mansur Efendi dalam Jurnal Manajemen Zakat dan Wakaf Volume 2 Nomor 1 Tahun 2021. Dalam jurnal tersebut dipaparkan bahwa kecenderungan donatur memberikan donasinya melihat dua hal yakni urgensi program yang ditawarkan dan narasi yang disampaikan kepada publik. Semakin menarik perhatian publik dan semakin spesifik target sosial akan meningkatkan keterlibatan para dermawan untuk berdonasi. Hal ini dapat menjadi panduan bagi pengurus masjid dalam menyusun program filantrofinya. Harapannya, dengan semakin unik program disertai target sosial yang terukur, kontinuitas gerakan akan terjaga dengan baik dan tentunya menginspirasi masjid lain untuk mengambil peran lebih luas lagi.
Menyuburkan filantrofi menjadi tanggung jawab kita semua. Setiap diri dapat mengambil peran sebagai donatur atau penggerak sosial. Karena tanpa kebersamaan, maka nestapa yang dialami dhuafa, akan sulit terselesaikan. Mari kita jadikan Masjid sebagai basis gerakan kebaikan. Jogokariyan, Munzalan, Berkah box sudah memulainya. Kapan masjid kita?
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020