• 2

Duka Riany dan sang Putri di Balik Terali Besi

Duka Riany dan sang Putri di Balik Terali Besi



Natal sudah dekat. Riany Wijaya akan merayakannya di lembaga pemasyarakatan untuk pertama kalinya bersama bayinya. Putri Riany baru berusia tujuh bulan. Mungil menggemaskan. Dia permata hati Riany.
Riany ialah narapidana di Lapas Tangerang. Dia dipenjara karena kasus narkotika. Bayinya lahir saat dia masih mendekam di Rumah Tahanan Pondok Bambu, Jakarta Timur.
Saat tim kumparan menyambangi Riany di Lapas Tangerang, Selasa (13/12), ia baru dua minggu tinggal di sana setelah dipindah dari Pondok Bambu.

Lapas Wanita Tangerang

Suasana Lapas Wanita Tangerang yang dikelilingi pagar besi. (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
Kepada kumparan, Riany menceritakan perjalanan hidupnya diselingi tawa dan celoteh si bayi.
Namun di balik gelak si bayi, tersimpan kisah pahit. Bayi itu belum pernah sekalipun bertemu ayahnya. Padahal sang ayah tinggal di Dadap, Kabupaten Tangerang, masih dalam jarak yang terjangkau.
“Waktu saya ditahan di (Rutan) Mabes Polri, dia masih sering datang. Tapi pas saya dipindahkan ke Pondok Bambu, dia enggak ada kabar lagi,” ucap Riany, sedih.
Wajah Riany menyimpan duka yang sukar disembunyikan.
Duka Riany yang lain ialah terputusnya hubungan dia dengan keluarga besarnya di Medan sejak ia ditahan. Belum pernah sekalipun Riany dijenguk keluarga.

Narapidana dan Anaknya di Lapas Tangerang

Riany, seorang narapidana, menggendong bayi perempuannya di Lapas Tangerang. (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
Menjelang Natal ini, Riany berharap Tuhan menurunkan mukjizat. Ia berdoa semoga hati keluarganya luluh, bersedia datang menjenguk dia dan bayinya.
Kini di dalam kompleks Lapas Tangerang, Riany kerap menghabiskan waktu bersama si bayi berjalan-jalan di area terbuka. Tak jarang tahanan lain menghampiri mereka karena ingin menjawil dan menggendong si bayi.
Riany juga senang membawa bayi perempuannya mengikuti kebaktian di gereja yang terletak di bagian barat kompleks lapas –meski si bayi lebih sering tertidur mendengar nada-nada mengalun saat kebaktian berlangsung.
Riany yakin, kuasa Tuhan itu ada.

Riany

Riany dan bayinya di Lapas Tangerang (Foto: Fanny Kusumawardhani)


NewsLapas Hari IbuLapas Wanita TangerangLiputan Khusus

500

Baca Lainnya