Keluh Marcus Gideon di Tengah Laga Kontra Korea: Saya Engap, Koh

Konten dari Pengguna
25 November 2021 17:04
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Viral Sport tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Keluh Marcus Gideon di Tengah Laga Kontra Korea: Saya Engap, Koh (32991)
searchPerbesar
Ganda putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon (kiri) dan Kevin Sanjaya Sukamuljo. Foto: Humas PBSI
Marcus Gideon/Kevin Sanjaya mengalahkan Choi Solgyu/Kim Wonho asal Korea Selatan dalam partai 16 besar Indonesia Open 2021 di Bali International Convention Center, Badung, Bali, pada Kamis (25/11). Ini adalah pertarungan yang sangat sengit dan melelahkan.
ADVERTISEMENT
Hasilnya, Marcus/Kevin menang dengan skor 12-21, 21-19, dan 21-18. Ya, dari skor ini saja sudah terlihat bahwa duel ketat terjadi di gim dua dan tiga.
Nyatanya, memang terjadi kejar-kejaran skor. Ada kalanya Marcus/Kevin unggul, lalu terkejar; atau tertinggal, lalu mengejar. Kecepatan dan variasi serangan wakil Korea membuat The Minions hampir kewalahan.
Saat istirahat jelang gim ketiga, Marcus tertangkap kamera mengatakan dirinya 'engap'. Itu bisa diartikan sebagai ungkapan kelelahan yang berpengaruh pada pendeknya pernapasan.
Keluh Marcus Gideon di Tengah Laga Kontra Korea: Saya Engap, Koh (32992)
searchPerbesar
Ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon pada Indonesia Masters 2021 di Bali International Convention Center, Bali, Selasa (16/11). Foto: Erika Sawauchi/Badmintonphoto/BWF
Jadi, ketika Coach Herry IP sedang membicarakan strategi, Marcus Gideon mengaku 'engap'.
"Engap, Koh, saya dah engap," kata atlet 30 tahun itu.
"Lu enggak bisa kencang-kencang lagi, lu ngatur aja bolanya (shuttlecock) sudah berat akalin pakai penempatan," timpal Herry.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, Marcus/Kevin juga sudah mengeluh terkait jadwal pertandingan Indonesia Open. Mereka merasa BWF tidak adil dan memperlakukan mereka bak robot.
"Pertama-tama, kami bersyukur bisa melewati pertandingan hari ini. Saya rasa BWF tidak adil memperlakukan kami seperti robot," ujar Kevin usai pertandingan dalam pernyataan resmi PBSI, Selasa (23/11).
"Minggu baru selesai main final, Selasa harus main di babak pertama. Kami kurang cukup istirahat. Hal ini pastinya sangat mempengaruhi penampilan kami," lanjutnya.
“Untuk menyiasati pertandingan padat, kami hanya menikmati pertandingan, enjoy the game. Karena selama ini jarang main seperti ini juga,” imbuh Marcus.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020