Baruna chapter 25

Karir yang Dipertaruhkan (25)

Student of the world
10 September 2022 20:43
·
waktu baca 8 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
10 Agustus, 1985
Pemukiman itu senyap pada malam menjelang dini hari. Lampu-lampu di setiap rumah telah padam, hanya tersisa lampu teras yang temaram, menandakan para penghuni sudah terlelap. Tiupan angin malam itu cukup lambat, namun intensitasnya mampu menggoyangkan dedaunan yang berserakan di tanah yang kering.
Sepasang kaki berjalan sangat hati-hati. Jejak sepatu botnya meninggalkan garis panjang berbau senyawa Metana dan Benzena. Dia berjalan ke setiap teras juga setiap dinding rumah warga. Tak sejengkal pun luput dari jejak senyawa berbahaya yang dibawanya itu. Pekerjaan berbayar fantastis ini harus rampung sebelum fajar tiba.
Lanjut membaca konten eksklusif ini dengan berlangganan
Keuntungan berlangganan kumparanPLUS
check
Ribuan konten eksklusif dari kreator terbaik
check
Bebas iklan mengganggu
check
Berlangganan ke newsletters kumparanPLUS
check
Gratis akses ke event spesial kumparan
check
Bebas akses di web dan aplikasi
Kendala berlangganan hubungi [email protected] atau whatsapp +6281295655814
Konten Premium kumparanPLUS
Baruna maju beberapa langkah. Raut wajahnya dingin saat tangan kanannya mengangkat senjata. Tepat di depan Romi, sebuah pistol terangkat. Lea menyaksikannya dengan bangga.
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten